JAKARTA - Kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan organ tubuh, terutama otak. Terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, padahal bisa menyakiti otak secara perlahan.
Dikutip dari WebMD, pada Senin, 3 November 2025, berikut beberapa kebiasaan tersebut yang harus mulai disadari dan sebaiknya tidak dilakukan lagi untuk menjaga kesehatan otak.
1. Kurang tidur
Kebiasaan pertama yang bisa menyakiti otak adalah kurangnya waktu tidur. Mungkin Anda yang bekerja merasa bisa mengejar waktu tidur di akhir pekan, tetapi sebenarnya efek buruknya sudah terakumulasi.
Kurang tidur dapat mengganggu fungsi memori dan konsentrasi. Ini bahkan bisa meningkatkan risiko demensia, termasuk alzheimer yang menyerang otak secara perlahan.
Oleh karena itu, cobalah rutin tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya. Tambahnya juga rutinitas menenangkan seperti mandi air hangat atau baca buku untuk menambah frekuensi dan kualitas tidur Anda.
2. Mendengarkan musik lewat headphone terlalu keras
Mendengarkan musik memang menyenangkan. Namun, jika volume terlalu keras terutama jika mendengarkannya melalui headphone, maka dapat membahayakan bagi otak.
Kebiasaan tersebut dapat merusak pendengaran, yang memaksa otak untuk bekerja lebih keras. Ini mengakibatkan memori jangka pendek bisa terganggu, bahkan bisa menyebabkan penurunan fungsi otak di usia lanjut.
Jadi, sebaiknya batasi volume dengarkan musik di headphone maksimal 60 persen. Jangan dengarkan musik melalui headphone lebih dari dua jam nonstop untuk menjaga kesehatan telinga dan otak Anda.
3. Terlalu lama dalam keadaan gelap
Berada terlalu lama di ruangan gelap dapat membuat otak lambat untuk bekerja. Jika dilakukan terus-menerus, maka kebiasaan ini akan semakin menyakiti otak secara perlahan.
BACA JUGA:
Tanpa cukup cahaya, Anda bisa juga merasa cepat lelah, sulit fokus, dan merasa sedih tanpa sebab. Jadi, cobalah untuk membuka tirai rumah lebih lebar, biarkan cahaya matahari masuk ke dalam untuk membuat otak serta tubuh lebih segar.
Jika Anda bekerja di ruangan yang minim masuk cahaya, pertimbangkan untuk pakai lampu terapi sebagai alternatif. Dengan paparan cahaya yang cukup, maka dapat menjaga keseimbangan hormon dan fungsi otak.