Bagikan:

JAKARTA - Kesehatan otak sangat berkaitan erat dengan kualitas serta durasi tidur. Saat seseorang tidur, otak tidak benar-benar beristirahat, melainkan tetap aktif melakukan proses penting seperti memperkuat daya ingat, memperbaiki sel, hingga menjaga keseimbangan fungsi saraf.

Karena itu, waktu tidur yang cukup lebih dari enam jam per malam bagi kebanyakan orang dewasa menjadi kunci untuk mempertahankan kemampuan kognitif.

Dilaporkan Hindustan Times, ahli neurologi dari Apollo Hospitals di Hyderabad, Sudhir Kumar, MD, DM, mengingatkan bahwa kebiasaan tidur hanya enam jam per malam tidak bisa dianggap sepele. Meski secara fisik seseorang merasa baik-baik saja, otak tetap mengalami perubahan signifikan.

“Dalam studi terkontrol, orang yang hanya tidur enam jam per malam selama dua minggu menunjukkan kinerja kognitif seolah-olah mereka telah terjaga selama 24 hingga 48 jam nonstop,” kata Dr. Kumar dalam unggahannya.

Ia menegaskan membatasi tidur bukanlah cara cerdas untuk meningkatkan produktivitas.

“Tidur enam jam setiap malam bukanlah strategi produktivitas. Itu adalah akumulasi stres neurologis,” ujarnya.

“Meskipun seseorang mungkin tidak menyadari penurunannya, otak pasti merasakan dampaknya,” tambahnya.

Temuan yang cukup mengkhawatirkan, lanjut dia, adalah banyak partisipan penelitian merasa tetap berfungsi normal meskipun hasil tes menunjukkan penurunan performa mental. Kurang tidur dapat memicu berkurangnya rentang perhatian, melambatnya waktu reaksi, gangguan memori kerja, serta memburuknya kemampuan mengambil keputusan.

Ia juga menyoroti bahwa kurang tidur kerap menipu persepsi diri.

“Kurang tidur tidak selalu membuat seseorang merasa mabuk atau tidak fokus. Justru, dalam banyak kasus, orang tetap merasa percaya diri meski performa kognitifnya menurun,” jelasnya.

Dr. Kumar menekankan bahwa sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam demi menjaga kesehatan otak.

"Kebutuhan tidur ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut kesehatan kognitif jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, menurut Mayo Clinic, durasi tidur ideal berbeda berdasarkan usia. Bayi usia 4–12 bulan memerlukan 12–16 jam tidur per hari. Anak usia 1–2 tahun membutuhkan 11–14 jam, usia 3–5 tahun sekitar 10–13 jam, usia 6–12 tahun 9–12 jam, remaja 13–18 tahun 8–10 jam, dan orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.

Menjaga durasi tidur sesuai kebutuhan, seseorang tidak hanya merasa lebih segar, tetapi juga membantu otak bekerja lebih optimal dalam jangka panjang.