YOGYAKARTA - Olahraga anaerobik adalah jenis aktivitas fisik intens yang berlangsung singkat dan tidak mengandalkan oksigen sebagai sumber utama energi. Sebaliknya, tubuh menggunakan glukosa yang tersimpan di otot sebagai bahan bakar, yang kemudian menghasilkan asam laktat dan sensasi “terbakar” di otot Anda. Selengkapnya, cek penjelasan tentang jenis olahraga anaerobik dan manfaat rutin melakukannya.
Jenis-jenis olahraga anaerobik
Olahraga anaerobik intensitasnya tinggi. Sehingga tak perlu lama melakukannya. Cukup dilakukan dalam waktu singkat, lalu istirahat sampai tubuh pulih kembali. Berikut beberapa jenis olahraga anaerobik yang umum dan efektif:
1. Latihan angkat beban (weightlifting/strength training)
Latihan ini melibatkan penggunaan berat seperti barbel atau dumbel untuk melawan gaya gravitasi. Anda mengerahkan energi dalam waktu singkat, yang menjadikannya anaerobik. Melansir Health, Kamis, 28 Agustus, latihan ini meningkatkan massa dan kekuatan otot melalui robekan mikro yang kemudian pulih lebih kuat. Hasilnya, Anda mendapat otot lebih kuat dan tubuh lebih fit.
2. Latihan interval intensitas tinggi (HIIT)
HIIT atau high-intensity interval training melibatkan rangkaian aktivitas sangat intens dalam durasi pendek, misalnya 30 detik, lalu diselingi istirahat singkat atau aktivitas ringan. Metode ini memaksimalkan energi anaerobik tubuh dan membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat. Jenis olahraga anaerobik ini, cocok bagi Anda yang ingin hasil maksimal tanpa membuang banyak waktu.
3. Circuit training dan pilates intensif
Circuit training menggabungkan beberapa gerakan intens secara berurutan dengan istirahat minim. Setiap stasiun latihan bisa berupa jenis kekuatan atau ketahanan, membuat tubuh beralih ke sistem anaerobik secara bergantian. Selain circuit training, pilates yang intensif dan dilakukan dalam waktu singkat juga termasuk olahraga anaerobik.
Manfaat olahraga anaerobik
Selain mengenali jenis olahraga anaerobik, penting juga memahami manfaat rutin melakukannya. Inilah manfaat penting jika Anda rutin melakukan latihan anaerobik:
1. Meningkatkan kekuatan dan massa otot
Robekan mikro pada otot dari latihan anaerobik membantu tubuh memperkuat otot saat pemulihan. Seiring waktu, otot Anda menjadi lebih kuat dan padat.
2. Mengontrol gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin
Latihan seperti angkat beban membantu otot Anda memanfaatkan glukosa lebih efisien, sehingga kontrol gula darah dan sensitivitas insulin membaik.
3. Mendukung kesehatan jantung dan metabolisme
Meskipun bukan latihan aerobik, anaerobik tetap memberi manfaat pada sirkulasi, tekanan darah, dan metabolisme lemak dan kolesterol. Kalau dikombinasikan dengan aerobik, akan membuat tubuh Anda lebih bugar dan sehat secara menyeluruh.
4. Meningkatkan daya tahan terhadap asam laktat
Dengan rutin latihan anaerobik, tubuh jadi lebih efisien dalam mengatasi dan mengolah asam laktat, sehingga Anda bisa berolahraga lebih lama tanpa cepat lelah.
5. Menambah kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis
Aktivitas anaerobik seperti angkat beban membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko osteoporosis, khususnya penting bagi usia menua.
BACA JUGA:
Olahraga anaerobik mulai dari HIIT, angkat beban, hingga circuit training memberi manfaat kekuatan, metabolisme sehat, hingga kontrol gula darah. Olahraga jenis ini ideal jika dikombinasikan dengan aerobik untuk hasil kebugaran optimal. Selain perlu olahraga teratur, juga berikan tubuh waktu istirahat yang cukup agar berkembang.