YOGYAKARTA - Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan periode penting dalam tumbuh kembang bayi. Pada usia enam bulan ke atas, bayi mulai membutuhkan asupan gizi tambahan selain ASI. Namun, banyak orang tua masih bingung mengenai aturan penggunaan bumbu dapur, khususnya gula dan garam, dalam MPASI. Oleh karena itu, memahami batas pemberian gula dan garam pada MPASI menjadi hal yang wajib diketahui agar kesehatan bayi tetap terjaga.
Kenapa Bayi Tidak Boleh Banyak Gula dan Garam?
Sebelum membahas batas pemberian gula dan garam pada MPASI, penting untuk mengetahui alasannya.
1. Garam
Ginjal bayi masih dalam tahap perkembangan. Pemberian garam berlebih dapat membebani fungsi ginjal dan berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi di kemudian hari.
2. Gula
Gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi sejak dini. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan manis dapat membuat bayi sulit menerima rasa alami dari buah dan sayuran.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan anak seperti WHO (World Health Organization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sangat menekankan pembatasan gula dan garam dalam MPASI.
Rekomendasi Batas Pemberian Gula dan Garam pada MPASI
Banyak orang tua yang bertanya: sebenarnya seberapa banyak gula dan garam boleh ditambahkan? Berikut panduannya:
1. Usia 6–12 bulan
Sebaiknya tidak ditambahkan gula dan garam sama sekali. Bayi masih harus mengenal rasa alami dari bahan makanan.
2. Usia 1–2 tahun
Boleh ditambahkan sedikit garam, maksimal 1 gram per hari (setara 0,4 gram natrium). Untuk gula, jumlahnya juga sangat terbatas, maksimal 25 gram per hari, namun lebih baik tetap dikurangi.
3. Usia 2 tahun ke atas
Pemberian gula dan garam bisa lebih fleksibel, tetapi tetap perlu dibatasi sesuai dengan anjuran gizi seimbang.
Dengan kata lain, batas pemberian gula dan garam pada MPASI sangat ketat, terutama pada usia bayi di bawah 1 tahun.
Cara Memberi Rasa pada MPASI Tanpa Gula dan Garam
Orang tua sering khawatir makanan tanpa bumbu tambahan akan terasa hambar. Padahal, ada banyak cara alami untuk memperkaya rasa MPASI tanpa harus menambahkan gula atau garam. Beberapa tipsnya antara lain:
1. Gunakan rempah alami
Bawang putih, bawang merah, daun salam, dan jahe dapat menambah aroma dan cita rasa alami.
2. Manfaatkan rasa alami bahan makanan
Buah seperti pisang, apel, atau pir bisa memberikan rasa manis alami. Sementara sayur dan daging memberikan rasa gurih tanpa perlu garam tambahan.
3. Tekstur yang bervariasi
Bayi akan lebih tertarik jika makanan memiliki tekstur berbeda, misalnya bubur halus, potongan kecil, atau finger food.
4. Pengenalan bertahap
Kenalkan berbagai jenis makanan secara bergantian agar bayi terbiasa dengan rasa beragam tanpa ketergantungan pada gula dan garam.
Dampak Positif Membatasi Gula dan Garam
Mengikuti aturan batas pemberian gula dan garam pada MPASI bukan hanya soal kesehatan jangka pendek, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang. Beberapa manfaatnya adalah:
- Mencegah obesitas sejak dini
- Mengurangi risiko hipertensi dan penyakit ginjal
- Membentuk kebiasaan makan sehat sejak kecil
- Meningkatkan penerimaan bayi terhadap rasa alami makanan
Dengan pembatasan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan pola makan sehat dan lebih siap menghadapi tahapan makanan keluarga di usia berikutnya.
Memahami batas pemberian gula dan garam pada MPASI sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Pada usia 6–12 bulan, sebaiknya hindari penggunaan gula dan garam sama sekali. Setelah usia 1 tahun, boleh ditambahkan dalam jumlah sangat sedikit sesuai rekomendasi medis. Orang tua bisa memanfaatkan rempah alami, buah, dan variasi bahan makanan untuk memberikan rasa pada MPASI tanpa harus bergantung pada bumbu tambahan.
BACA JUGA:
Dengan cara ini, bayi tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga terbiasa dengan pola makan yang lebih baik untuk masa depannya.
Selain itu, apakah Asupan Garam dan Gula Bisa Bikin Awet Muda?
Jadi setelah mengetahui batas pemberian gula dan garam pada mpasi, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!