Bagikan:

JAKARTA - Mata kering atau dry eye merupakan gangguan mata yang umum terjadi, tetapi masih sering diabaikan. Umumnya, gangguan kesehatan mata yang ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai, terutama penyebabnya. 

Mata kering adalah kondisi ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Kondisi ini tak cuma dapat menjadi tanda penyakit lain, tapi juga memengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

“Jadi yang namanya dry eye bukan berarti matanya tidak punya air mata sama sekali. Bisa saja volumenya cukup, tetapi memang kualitasnya atau komponen yang ada di dalam lapisan itu yang berubah,” kata dr. Niluh Archi, SpM (dr. Manda), Dokter Spesialis Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, saat ditemui di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, belum lama ini.

Mata kering dapat terjadi karena sejumlah faktor risiko yang memicunya. Terdapat faktor demografi yang mencakup usia, jenis kelamin, yang sangat berpengaruh terhadap pasien menderita mata kering.

“Umumnya memang usia di atas 50 tahun, jenis kelamin itu umumnya perempuan,” tuturnya.

Faktor lainnya yang menyebabkan mata kering adalah penyakit-penyakit kronis yang diderita oleh pasien. Mulai dari diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, gangguan hormonal, hingga autoimun.

Tak hanya itu, gaya hidup juga dapat menjadi faktor risiko yang memicu mata kering. Seperti penggunaan lensa kontak yang tidak benar dan tindakan-tindakan lain di mata.

“Kalau kondisi pada mata kering yang paling sering umumnya adalah penggunaan lensa kontak memang atau tindakan-tindakan yang pernah dilakukan di mata,” jelasnya.

Kemudian durasi mata menatap layar ponsel atau laptop juga berpengaruh akan terjadinya mata kering. Faktor lingkungan seperti kelembapan udara juga dapat memicu mata kering.

“Penggunaan screen time, faktor lingkungan seperti kelembapan udara, suhu ruangan, dan pola tidur dan pola makan,” pungkas Dokter Niluh.