Bagikan:

YOGYAKARTA - Jika Anda memiliki mata minus (miopi), bianya akan muncul pertanyaan "apakah mata minus sembuh total tanpa kacamata?"

Perlu diketahui, rabun jauh adalah kondisi umum yang membuat objek jauh terlihat buram, namun seiring perkembangan teknologi dan pemahaman medis, berbagai pilihan perawatan kini tersedia.

Artikel ini akan mengupas tuntas fakta dan mitos seputar penyembuhan mata minus, serta membantu Anda memahami berbagai opsi yang ada untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik.

Apakah Mata Minus Sembuh?

Dilansir dari laman All About Vision, hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan miopia secara permanen. Namun, jangan berkecil hati. Penglihatan buram akibat miopia bisa dikoreksi, dan perkembangannya pun bisa diperlambat.

Para dokter mata menyebut beberapa metode ini sebagai manajemen miopia, bukan sebagai pengobatan atau penyembuhan. Mengapa demikian?

Untuk memahami mata minus, pertama adalah pahami jika miopia bukanlah penyakit mata, melainkan kelainan refraksi. Kondisi ini seringkali terjadi karena bola mata tumbuh terlalu panjang selama masa kanak-kanak.

Selain itu, miopia juga bisa berkembang jika kornea atau lensa mata terlalu melengkung. Dalam kasus yang jarang, miopia bisa muncul jika lensa terlalu dekat dengan kornea.

Semua faktor di atas bisa menyebabkan cahaya yang masuk ke mata fokus di depan retina, bukan tepat di atasnya. Inilah yang membuat objek yang jauh terlihat buram.

Koreksi Miopia: Untuk Penglihatan Jernih

Ada beberapa metode yang terbukti efektif untuk mengoreksi miopia dan diresepkan oleh dokter mata. Koreksi di sini mengacu pada penggunaan lensa korektif dan operasi refraksi.

  • Kacamata dan Lensa Kontak Resep

Ini adalah cara paling umum untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Kacamata dan lensa kontak dapat memberikan penglihatan tajam saat digunakan, tetapi perlu diingat, mereka tidak menyembuhkan penyebab miopia.

Meskipun demikian, alat bantu ini efektif meredakan gejala rabun jauh seperti mata menyipit, mata tegang, dan sakit kepala.

  • Operasi Refraksi

Setelah miopia stabil (biasanya sekitar usia 24 tahun), operasi refraksi seperti LASIK dan jenis bedah laser mata lainnya bisa menjadi pilihan. Operasi ini adalah koreksi jangka panjang yang efektif untuk miopia.

Tapi, sama seperti kacamata atau lensa kontak, operasi pun bukanlah penyembuhan untuk penyebab miopia. Bahkan dalam beberapa kasus, tingkat miopia tertentu bisa kembali setelah operasi.

Baca juga artikel yang membahas 5 Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami

Pengendalian Miopia: Mencegah Perburukan

Selain koreksi, ada juga metode terbukti untuk membantu memperlambat atau menghentikan perkembangan miopia. Metode ini disebut pengendalian miopia (myopia control).

Pengendalian miopia paling efektif dilakukan pada masa kanak-kanak dengan beberapa pilihan seperti:

  • Kacamata khusus pengendali miopia
  • Lensa kontak pengendali miopia
  • Tetes mata Atropin
  • Perubahan gaya hidup (lebih banyak waktu di luar ruangan dan mengurangi aktivitas membaca atau menatap dekat dalam waktu lama)

Pengendalian miopia sangat penting karena miopia dapat berkembang menjadi miopia tinggi. Kondisi miopia tinggi berisiko menyebabkan komplikasi yang berpotensi menyebabkan kebutaan, antara lain:

  • Katarak subkapsular posterior
  • Degenerasi makula miopia
  • Glaucoma
  • Ablasi retina (retina lepas)

Jadi, meskipun belum ada obat untuk mengatasi mata minus atau miopia, namun berbagai strategi manajemen dan pengendalian bisa membantu Anda menjaga kesehatan mata dan kualitas penglihatan.

Selain apakah mata minus bisa sembuh, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!