JAKARTA - Kepergian Muhammad Syukri Bazli meninggalkan duka bagi keluarga. Namun, organ almarhum memberi harapan bagi tiga orang yakni gadis 13 tahun, remaja laki-laki 19 tahun, dan perempuan 47 tahun.
Dilansir Malay Mail mengutip Bernama, Kamis, 30 April, istri almarhum, Nurul Hanis Amelia Ramli, mengatakan hati suaminya didonorkan kepada gadis 13 tahun. Dua ginjalnya diberikan kepada remaja 19 tahun dan perempuan 47 tahun.
“Alhamdulillah, menurut HSNZ, anak itu dalam kondisi stabil. Begitu juga dua penerima ginjal yang sudah lama bergantung pada cuci darah,” kata Nurul Hanis.
Informasi itu disampaikan petugas medis Rumah Sakit Sultanah Nur Zahirah atau HSNZ.
BACA JUGA:
Nurul Hanis mengatakan awalnya ia dan orang tua almarhum ragu menyetujui donor organ. Namun, mereka akhirnya menerima setelah memahami bahwa keputusan itu bisa memberi harapan hidup bagi orang lain.
Ibu tiga anak berusia satu hingga enam tahun itu mengaku tidak menyangka kisah suaminya mendapat perhatian luas. Setelah kabar donor organ itu viral di media sosial dan diberitakan media, banyak orang datang memberi dukungan.
“Saya tidak menyangka respons masyarakat begitu luar biasa. Sejak kepergiannya, banyak orang datang berkunjung, termasuk yang tidak saya kenal,” ujarnya.
Nurul Hanis berharap amal almarhum suaminya dapat membuka mata lebih banyak orang tentang pentingnya donor organ.
Di sisi lain, keluarga Muhammad Syukri juga menerima bantuan dari Organisasi Jaminan Sosial Terengganu atau Perkeso. Direktur Perkeso Terengganu Faridah Che Hussin mengatakan ahli waris almarhum berhak mendapat pensiun penyintas RM1.004,97 mulai bulan depan, serta bantuan pemakaman sekali bayar RM3.000.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga,” kata Faridah.
Ia menyebut kepergian Muhammad Syukri menjadi kehilangan besar karena istrinya tidak bekerja dan harus membesarkan tiga anak, termasuk seorang anak dengan autisme.