Bagikan:

JAKARTA - Saat tubuh terserang penyakit, banyak orang mengeluhkan hilangnya nafsu makan. Bahkan makanan favorit yang biasanya menggugah selera terasa biasa saja atau justru membuat mual. Kondisi ini ternyata bukan tanpa alasan.

Ada proses biologis yang memang terjadi di dalam tubuh ketika seseorang sedang sakit.

Mulai dari flu, demam, batuk, hingga gangguan pencernaan dapat memicu penurunan selera makan. Para ahli menjelaskan bahwa tubuh secara alami mengalihkan energi untuk melawan infeksi sehingga sistem pencernaan tidak menjadi prioritas utama.

Menurut Valentine Ongeri Millien, MD, seorang gastroenterolog di Houston Methodist Clear Lake Hospital, tubuh membutuhkan energi besar untuk melawan penyakit.

“Ketika Anda sakit, tubuh memasuki ‘mode perang,’ menggunakan energi dalam jumlah besar untuk melawan penyakit,” kata Valentine Ongeri Millien, MD, dikutip dari laman Eating Well.

"Untuk menang, tubuh mengalihkan energi dari fungsi yang tidak terlalu penting seperti mencerna makanan, itulah sebabnya nafsu makan menghilang," lanjutnya.

Selain itu, otak juga memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar saat tubuh sedang tidak sehat. James Cox, MD, asisten profesor dan direktur pengembangan keterampilan komunikasi di Burnett School of Medicine at Texas Christian University, mengatakan bahwa otak dapat mendeteksi infeksi dan menekan rangsangan nafsu makan.

Tak hanya itu, hubungan antara usus dan otak ataugut-brain axisjuga ikut terpengaruh selama sakit. Sistem imun akan menghasilkan sitokin, yaitu zat kimia yang dapat memengaruhi saraf vagus sebagai pengatur utama sistem pencernaan.

“Respons terhadap penyakit memicu produksi sitokin, zat kimia sistem imun yang memengaruhi saraf vagus, pengatur utama pencernaan,” jelas Valentine Ongeri Millien, MD.

"Interaksi ini kemungkinan memperlambat proses pencernaan dan menekan nafsu makan," lanjutnya.

Penurunan nafsu makan saat sakit juga berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh. Hormon pengatur rasa lapar seperti ghrelin dan leptin dapat menjadi tidak seimbang selama infeksi berlangsung.

Menurut Supriya Rao, MD, dokter spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi, kondisi tersebut membuat tubuh tidak memberikan sinyal lapar seperti biasanya.

Sementara itu, Simran Malhotra, MD, mengungkapkan bahwa penurunan hormon ghrelin mungkin justru membantu sistem imun bekerja lebih optimal.

“Penelitian terbaru pada model hewan menunjukkan bahwa penekanan hormon ghrelin sebenarnya dapat membantu sistem imun dan meningkatkan kemampuannya melawan infeksi,” kata Simran Malhotra, MD.

Selain faktor biologis, indra penciuman dan perasa juga dapat berubah saat seseorang sakit, terutama ketika mengalami flu atau infeksi saluran pernapasan.

“Indra penciuman dan perasa dapat sangat terpengaruh oleh infeksi." kata James Cox, MD.

Akibatnya, makanan terasa hambar, berbeda, atau bahkan tidak menarik sama sekali.Meski kehilangan nafsu makan saat sakit merupakan hal yang normal, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi dan cairan untuk mempercepat pemulihan.

Jika sulit makan dalam porsi besar, cobalah mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna seperti sup hangat, bubur, buah, atau teh hangat.