Bagikan:

YOGYAKARTA - Stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi, terutama pada orang dewasa dan lansia. Karena itu, banyak penelitian terus mencari cara sederhana yang bisa membantu menurunkan risiko stroke, termasuk lewat pola makan dan asupan nutrisi harian. Salah satu yang kini menarik perhatian adalah vitamin B. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis vitamin B mungkin berperan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko stroke jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Vitamin B sebenarnya bukan hanya satu jenis vitamin, melainkan kelompok vitamin yang punya tugas berbeda di dalam tubuh, dilansir Health, Senin, 25 Mei. Beberapa di antaranya, seperti vitamin B6, vitamin B12, dan folat atau vitamin B9, diketahui membantu mengontrol kadar homosistein dalam darah. Homosistein adalah senyawa yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke. Karena itu, menjaga kadar homosistein tetap stabil dianggap penting untuk kesehatan pembuluh darah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Cardiology menemukan bahwa suplementasi vitamin B tertentu dapat membantu menurunkan risiko stroke, terutama pada orang yang memiliki kadar homosistein tinggi. Efeknya memang tidak langsung seperti obat penurun tekanan darah, tetapi tetap dianggap bermanfaat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan otak. Para peneliti juga menilai manfaat ini lebih terlihat pada orang yang sebelumnya kekurangan asupan vitamin B dari makanan sehari-hari. Jadi, nutrisi yang tampak sederhana ternyata punya peran cukup besar bagi tubuh.

penjelasan vitamin B bisa membantu menurunkan risiko stroke
Ilustrasi penjelasan vitamin B bisa membantu menurunkan risiko stroke (Magnific/jcomp)

Vitamin B banyak ditemukan dalam berbagai makanan yang mudah dijumpai sehari-hari. Vitamin B12 misalnya, banyak terdapat pada ikan, telur, susu, dan daging. Sementara folat bisa diperoleh dari sayuran hijau, alpukat, kacang-kacangan, dan buah jeruk. Dengan pola makan yang lebih seimbang, kebutuhan vitamin B biasanya bisa tercukupi tanpa harus selalu mengandalkan suplemen.

Meski begitu, tidak semua orang otomatis membutuhkan suplemen vitamin B tambahan. Orang dengan kondisi tertentu, seperti lansia, vegetarian ketat, atau mereka yang memiliki gangguan penyerapan nutrisi, memang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin B12. Dalam kondisi seperti ini, dokter mungkin menyarankan suplemen setelah pemeriksaan lebih lanjut. Mengonsumsi suplemen tanpa kebutuhan yang jelas juga tidak selalu memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.

Selain memperhatikan asupan vitamin B, menjaga gaya hidup sehat tetap menjadi langkah utama untuk membantu menurunkan risiko stroke. Anda tetap perlu menjaga tekanan darah, rutin bergerak aktif, cukup tidur, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam serta lemak jenuh. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Jadi, vitamin B sebaiknya dilihat sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi tunggal.

Penelitian tentang vitamin B dan risiko stroke masih terus berkembang hingga sekarang. Namun, temuan ini memberi gambaran bahwa pola makan bergizi memang punya pengaruh besar terhadap kesehatan otak dan pembuluh darah. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin B dari makanan sehat dan menjalani gaya hidup yang lebih seimbang, Anda bisa membantu menjaga tubuh tetap bugar dalam jangka panjang. Langkah kecil di meja makan kadang bekerja seperti “payung diam-diam” yang membantu melindungi tubuh sebelum hujan masalah kesehatan datang.