Bagikan:

JAKARTA - Lensa kontak sering digunakan untuk menunjang penampilan ataupun membantu penglihatan bagi penderita mata minus. Namun, penggunaan lensa kontak harus sangat diperhatikan dan tidak boleh sembarangan, terutama yang memiliki mata kering.

Dokter Spesialis Mata Kering dan Lensa Kontak di JEC Eye Hospitals, dr. Niluh Archi, SpM, mengatakan bahwa penggunaan lensa kontak pada penderita mata kering tidak dapat digeneralisasi. Penderita mata kering harus menjalani pemeriksaan dahulu sebelum menggunakan lensa kontak.

“Penggunaan lensa kontak pada mata kering tidak bisa langsung disarankan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu,” ujar Dokter Niluh saat ditemui di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, pada Rabu, 16 Juli 2025.

Kekeringan pada mata pasien harus diketahui dahulu seberapa parah hingga akhirnya diperbolehkan pakai lensa kontak atau tidak. Ini karena mata kering bisa menjadi tanda ada penyakit lainnya, seperti autoimun.

“Harus dilihat dulu seberapa berat kondisi kekeringan matanya dan apakah ada penyakit penyerta sepertu autoimun,” tuturnya.

Dokter Niluh juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis lensa kontak. Mulai dari yang lunak hingga lensa kontak yang kaku yang sering dikhususkan untuk mata kering.

“Yang paling umum digunakan memang lensa kontak lunak dan softlens. Tapi sebenarnya ada juga tipe yang lebih kaku, dengan bahan yang berbeda,” katanya.

“Contohnya adalah scleral lens, jenis lensa kaku berukuran besar yang didesain khusus untuk menutup permukaan kornea dan mempertahankan kelembapan mata. Ini biasa digunakan untuk kasus mata kering berat, terutama yang berkaitan dengan gangguan autoimun,” jelas Dokter Niluh.

Dengan demikian, Dokter Niluh menegaskan bahwa untuk menggunakan lensa kontak pada mata kering tidak boleh sembarangan. Kondisi pasien harus diperiksa secara menyeluruh dahulu agar tidak berdampak buruk pada kesehatan ke depannya.

“Oleh karena itu, sangat penting dilakukan screening terlebih dahulu agar kita tahu apakah pasien tersebut aman dan layak menggunakan lensa kontak, baik untuk koreksi atau terapi,” pungkas Dokter Niluh.