Bagikan:

JAKARTA - Kulit kering adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami banyak orang, baik pria maupun wanita di segala usia. Meskipun terdengar sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu karena menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, pecah-pecah, bahkan luka jika dibiarkan terlalu lama.

Banyak orang mengatasi kulit kering dengan menggunakan lotion atau pelembap, namun tak jarang hasilnya tidak seefektif yang diharapkan. Lantas, kenapa kulit bisa tetap kering meski sudah rutin memakai lotion?

Kulit kering, dalam istilah medis dikenal sebagai xerosis, terjadi ketika kulit kehilangan kelembaban atau cairan secara berlebihan. Normalnya, kulit memiliki pelindung alami yang membantu menjaga kelembapan dan mencegah air menguap dari permukaan kulit. Namun, ketika penghalang ini rusak atau terganggu, kulit tidak bisa mempertahankan kelembapannya dan menjadi kering, kasar, atau bahkan bersisik.

Meskipun lotion dapat membantu melembapkan kulit, dalam beberapa kasus, kulit tetap terasa kering. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang lebih mendasar dan perlu ditangani secara menyeluruh.

Dilansir dari laman American Academy of Dermatology, berikut beberapa alasan mengapa kulit Anda mungkin tetap kering meskipun sudah rutin menggunakan lotion.

1. Kekurangan Nutrisi Penting

Kulit yang sehat berasal dari dalam tubuh. Kekurangan beberapa jenis vitamin dan mineral dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit. Nutrisi seperti vitamin D, vitamin A, niacin (vitamin B3), dan zat besi memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan dan fungsi pelindung kulit.

Vitamin D membantu memperkuat lapisan pelindung kulit dan mendukung proses regenerasi sel-sel kulit baru.

Vitamin A penting untuk memperkuat jaringan epitel, yaitu lapisan permukaan kulit, serta mencegah kulit mengelupas secara berlebihan.

Niacin (B3) berfungsi menjaga penghalang alami kulit dan mencegah kehilangan cairan.

Zat besi diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke jaringan kulit. Tanpa cukup oksigen, kulit bisa menjadi kering, pucat, dan kusam.

Jika tubuh Anda kekurangan salah satu dari nutrisi ini, lotion saja tidak akan cukup untuk mengatasi kulit kering. Nutrisi harus diperoleh dari pola makan sehat atau suplemen jika diperlukan.

2. Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak buruk pada paru-paru dan jantung, tapi juga mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya. Zat kimia dalam rokok dapat merusak kolagen dan elastin, dua protein yang menjaga kulit tetap kenyal dan lembap.

Merokok juga menyempitkan pembuluh darah di permukaan kulit, sehingga aliran darah dan nutrisi ke kulit menjadi terbatas. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering, kusam, dan rentan terhadap iritasi. Selain itu, merokok juga menurunkan kadar vitamin A dalam tubuh, yang sangat penting untuk kesehatan kulit.

3. Kondisi Medis Kulit Tertentu

Beberapa orang memiliki kondisi kulit tertentu yang memang menyebabkan kulit lebih cepat kehilangan kelembapan. Contohnya:

- Dermatitis atopik (eksim) : Peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit gatal, merah, dan sangat kering.

- Psoriasis : Penyakit autoimun yang mempercepat pergantian sel kulit, sehingga menimbulkan sisik dan kulit kering.

- Iktiosis : Kelainan genetik yang menyebabkan kulit menebal dan bersisik seperti sisik ikan.

- Dermatitis perioral : Ruam yang sering muncul di sekitar mulut, disertai kulit mengelupas dan perih.

- Dermatitis seboroik : Peradangan kulit di area berminyak seperti wajah dan kulit kepala, bisa menyebabkan kering dan bersisik.

Jika kulit kering disebabkan oleh kondisi medis seperti ini, perawatan dengan lotion biasa saja tidak cukup. Diperlukan pengobatan khusus, seperti krim kortikosteroid atau terapi dari dokter kulit.

4. Penyakit Kronis yang Memengaruhi Kelembapan Kulit

Beberapa penyakit kronis juga bisa menyebabkan kulit menjadi sangat kering. Misalnya:

- Diabetes : Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan tubuh menarik cairan dari sel-sel kulit, sehingga membuat kulit kering dan gatal.

- Gangguan tiroid : Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) bisa memperlambat metabolisme kulit dan mengurangi produksi minyak alami.

- Penyakit ginjal : Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, yang berdampak pada kelembapan kulit.

Jika Anda memiliki penyakit kronis, penting untuk mengelola kondisi tersebut terlebih dahulu. Lotion hanya akan memberikan bantuan sementara jika penyebab utamanya tidak ditangani.

5. Prosedur Medis Seperti Cuci Darah (Dialisis)

Pasien yang menjalani dialisis karena gagal ginjal sering mengalami kulit sangat kering. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran cairan berlebihan dari tubuh selama proses dialisis, serta pembatasan asupan cairan harian yang ketat. Akibatnya, kulit menjadi dehidrasi dan sangat rentan terhadap iritasi.

Dalam kasus seperti ini, perawatan kulit harus dilakukan dengan hati-hati. Biasanya dokter akan merekomendasikan pelembap khusus yang lebih intensif, atau produk yang bebas dari pewangi dan iritan.

6. Pekerjaan yang Membuat Kulit Sering Terpapar Air atau Bahan Kimia

Pekerjaan yang membuat tangan atau kulit sering terpapar air, sabun, detergen, atau bahan kimia keras bisa merusak lapisan pelindung kulit.

Beberapa profesi yang rentan mengalami kulit kering antara lain perawat atau tenaga medis, petugas kebersihan, koki dan juru masak, tukang bangunan atau pekerja konstruksi, dan pekerja pabrik atau industri kimia.

Untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut, penting untuk selalu menggunakan sarung tangan pelindung, menghindari sabun berbahan keras, dan menggunakan pelembap setelah mencuci tangan.