JAKARTA - Saat ini kafein sangat umum dikonsumsi masyarakat sehingga orang dengan mudah lupa bahwa kafein merupakan zat yang dapat menimbulkan kecanduan. Orang mengonsumsi kafein tidak hanya dalam kopi, tetapi juga dalam teh, cokelat, dan minuman berenergi. Minuman berenergi bisa jadi mengandung lebih banyak kafein daripada kopi.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, biasanya aman untuk mengonsumsi 400 miligram (mg) kafein per hari. Namun, jika sensitif terhadap kafein, Anda lebih mungkin mengalami efek samping seperti sakit kepala, kecemasan, atau insomnia, bahkan dalam dosis rendah.
Meski memiliki beberapa manfaat, penting untuk diingat bahwa Anda juga mengalami beberapa efek samping kafein yang mengganggu. Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, bisa jadi itu merupakan tanda Anda mengonsumsi terlalu banyak kafein.
Kecemasan
Gangguan kecemasan akibat kafein adalah kondisi yang berhubungan dengan kafein. Kafein dapat membuat Anda merasa lebih waspada, tetapi terlalu banyak juga dapat menyebabkan perasaan cemas dan gugup. Karena kafein dapat memicu respons tubuh untuk melawan atau lari, Anda mungkin merasa sangat waspada. Sebuah penelitian menemukan bahwa dosis kafein lebih dari 400 mg dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan pada individu yang sehat.
Perubahan Suasana Hati
Meskipun penggunaan kafein dikaitkan dengan perbaikan suasana hati pada sebagian orang, sebagian lainnya justru bisa mengalami penurunan suasana hati atau perubahan suasana hati. Efek tersebut cenderung lebih mungkin terjadi ketika kafein dikonsumsi dalam dosis tinggi. Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba juga dapat berdampak negatif pada suasana hati karena gejala putus zat.
Insomnia
Orang sering mengonsumsi kafein untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga dapat mengganggu tidur. Dalam beberapa kasus, orang mungkin mengalami kesulitan untuk tertidur atau mengalami kesulitan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan memulihkan. Kafein dapat bertahan dalam sistem tubuh selama sekitar lima jam, jadi sebaiknya hentikan konsumsi kafein pada sore hari.
Mudah Gelisah
Setelah mengonsumsi kafein, Anda juga merasa sulit untuk rileks atau menenangkan diri. Meskipun efek samping ini yang dicari saat seseorang membutuhkan waktu awas, namun tetap saja tubuh membutuhkan istirahat. Jika tidak mendapatkan istirahat cukup, Anda mungkin tidak memberi tubuh waktu cukup untuk memperbaiki dirinya sendiri. Anda tidak merasa lelah, tetapi tubuh akan menjadi lelah tanpa istirahat teratur dari aktivitas.
Kafein juga dapat menyebabkan agitasi psikomotorik. Ini adalah jenis rangsangan fisik yang membuat tubuh sulit menenangkan diri. Setelah mengonsumsi kafein, orang mungkin juga mengalami aliran pikiran dan ucapan yang tidak beraturan. Efek samping umum dari zat aditif ini dapat membuat percakapan dan komunikasi menjadi lebih sulit.
BACA JUGA:
Penggunaan kafein atau penggunaan berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa efek samping jangka panjang. Efek samping ini dapat meliputi:
Ketergantungan Kafein
Karena zat ini dapat menimbulkan kebiasaan, Anda juga dapat menjadi tergantung secara fisik dan psikologis pada zat ini. Artinya jika tidak mengonsumsi kafein dalam jangka waktu lama, Anda mungkin mulai mengalami gejala putus zat.
Putus Zat Kafein
Efek samping jangka panjang umum lainnya adalah mengalami gejala putus zat kafein. Orang yang mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak lebih mungkin merasakan gejala putus zat setelah beberapa jam tanpa mengonsumsi kafein.
Gejala putus kafein dapat meliputi:
- Suasana hati yang buruk
- Sakit kepala
- Mual
- Kebingungan mental
- Pusing
Penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kafein setiap hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala putus kafein seperti kelelahan dan sakit kepala.