Bagikan:

JAKARTA - Baik disajikan panas maupun dingin, teh adalah minuman yang digemari banyak orang. Salah satu jenis teh yang populer dan sudah dinikmati selama berabad-abad adalah teh melati. Teh ini memiliki aroma bunga melati yang khas dan biasanya dibuat dari daun teh hijau, meskipun ada juga yang menggunakan teh hitam atau putih.

Untuk memberikan aroma melati, para penanam akan menumpuk daun teh hijau dengan bunga melati, kemudian mengganti bunga-bunga tersebut hingga aroma terserap ke daun teh. Terkadang aroma melati buatan juga digunakan sebagai pengganti bunga melati asli.

Minum teh sejak lama dikaitkan dengan manfaat kesehatan. Jika Anda menyukai teh melati atau ingin menambahkan teh ke daftar minuman harian, berikut beberapa hal yang terjadi jika Anda rutin meminumnya, seperti dilansir dari laman Eating Well, Sabtu, 13 September 2025.

1. Menurunkan Risiko Kanker

Teh hijau melati mengandung polifenol, senyawa yang telah diteliti karena efek anti-kankernya. Polifenol adalah antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif penyebab penyakit.

“Studi mencatat adanya hubungan potensial antara teh dan penurunan risiko kanker, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk konfirmasi. Teh melati mungkin menawarkan manfaat kesehatan, tetapi sebaiknya dilihat sebagai bagian dari gaya hidup seimbang, bukan langkah spesifik untuk mencegah kanker," ujar ahli gizi dan pemilik Nutrition Resolution, Alyssa Simpson, RDN.

2. Membantu Relaksasi dan Mengurangi Stres

Jika stres mulai terasa berat, secangkir teh hijau melati bisa membantu menenangkan dan meningkatkan suasana hati. Penelitian sebelumnya menunjukkan aroma teh melati dapat menenangkan sistem saraf.

Selain itu, daun teh mengandung asam amino L-theanine yang dapat merangsang pelepasan GABA, neurotransmitter yang berhubungan dengan pengurangan stres dan kecemasan.

Kombinasi kafein dan L-theanine pada teh hijau memberi efek tenang sekaligus waspada. Berbeda dengan efek kafein pada kopi yang membuat Anda tidak mengantuk.

3. Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Usus

Dehidrasi sering menjadi penyebab sembelit. Jika Anda kesulitan buang air besar dan air putih terasa membosankan, teh melati bisa membantu mencukupi kebutuhan cairan.

"Polifenol dalam teh melati dapat memberikan efek positif pada bakteri usus dan mengurangi peradangan," kata Simpson.

Teh hijau bersifat anti-inflamasi dan mendukung kesehatan mikrobioma usus, yang terkait dengan penurunan risiko penyakit kronis.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Teh melati dapat melindungi jantung karena kandungan polifenolnya.

“Antioksidan ini melindungi dari pembentukan plak arteri dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat," ucap ahli gizi Megan Byrd, RD.

Penelitian menunjukkan peminum teh hijau memiliki kadar LDL dan kolesterol total 4 mg/dL lebih rendah dibandingkan bukan peminum teh. Selain menurunkan kolesterol, teh hijau juga terkait dengan penurunan tekanan darah.

Antioksidan dalam teh hijau membantu melawan peradangan yang merusak lapisan arteri, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi sekitar dua cangkir teh hijau per hari dapat menurunkan risiko stroke hingga 21 persen.

Efek Samping

Sayangnya mengonsumsi teh melati terdapat efek samping apabila diminum secara berlebihan, diantaranya:

1. Efek Kafein

Meski memiliki berbagai manfaat, teh melati tetap mengandung kafein. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti gelisah, cemas, sakit kepala, mual, detak jantung cepat, atau sulit tidur. Batas aman orang dewasa mengonsumsi kafein adalah 400 mg per hari, setara dengan 10 cangkir teh melati dari teh hijau.

Bagi ibu hamil, menyusui, atau yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan ahli medis terkait konsumsi kafein.

2. Risiko Kekurangan Zat Besi

Teh melati mengandung senyawa yang dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi dari makanan. Jika berisiko kekurangan zat besi, minumlah teh melati di antara waktu makan. Bukan bersamaan dengan makan dan jangan konsumsi secara berlebihan.