'Holding-Holding-an' BUMN Bakal Terus Berlanjut, Jokowi: Kalau Perusahaan Digabung-gabung kan Kekuatannya Gede
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Dok. Setkab)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan isyarat akan terus melanjutkan rencana penggabungan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam satu perusahaan induk atau dikenal dengan istilah holdingisasi.

Lebih lanjut, Jokowi beralasan bahwa dengan holdingisasi perusahaan negara yang bergabung di dalamnya memiliki kekuatan besar. Menurut dia, hal ini lebih menguntungkan ketimbang perusahan kecil dengan jumlah yang banyak. Karena itu, Jokowi ingin perusahaan pelat merah lain membentuk holding.

"Inilah yang kita harapkan perusahaan-perusahaan yang lain juga seperti itu. Jangan sampai kecil-kecil bertebaran, sehingga kekuatannya menjadi minim baik dari sisi keuangan modal. Kalau bergabung seperti ini kekuatannya akan menjadi gede," tuturnya dalam acara Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multifungsi Wae Kelambu, dikutip dari YouTube Setpres, Kamis, 14 Oktober.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Jokowi memang begitu gencar membentuk holding BUMN. Pemerintah merasa perlu menyatukan sejumlah perusahaan pelat merah dalam klaster yang sama. Holdingisasi bertujuan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam rangka meningkatkan modal untuk mengembangkan bisnisnya di masa depan.

Adapun sejumlah holding BUMN yang sudah terbentuk antara lain holding kehutanan, holding tambang, holding farmasi, holding perkebunan, holding pariwisata dan teranyar holding pelabuhan.

Karena itu, Jokowi pun mengapresiasi kinerja Menteri BUMN Erick Thohir yang mampu menyelesaikan merger perusahaan Pelindo I, II, III, dan IV menjadi holding pelabuhan. Nama baru perusahaan pelat merah setelah merger adalah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham juga telah memasang target terminal peti kemas milik Pelindo Group masuk dalam 8 terminal terbesar di dunia.

Sebagai operator utama sejumlah pelabuhan di Indonesia, keberadaan empat perseroan dalam satu holding baru, juga dinilai mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan terstandarisasi. Di mana, layanan di satu pelabuhan akan sama dengan pelabuhan lainnya.

"Sehingga sekali lagi saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh BUMN oleh menteri BUMN dan jajarannya. Ini adalah nanti menjadi suatu kekuatan yang besar," ucapnya.