Bagikan:

JAKARTA - PT Ace Hardware Indonesia Tbk membukukan kinerja yang kurang memuaskan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Emiten berkode saham ACES ini mencetak penurunan dari sisi penjualan maupun laba di semester I 2021.

Dalam laporan keuangan Ace Hardware yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis 19 Agustus, pendapatan kotor perusahaan milik konglomerat Kuncoro Wibowo ini tercatat Rp3,32 triliun atau menurun 7,27 persen secara year on year (yoy). Sementara itu, penjualan konsinyasi bersihnya naik 7,29 persen yoy menjadi Rp70,10 miliar.

Alhasil, penjualan bersih Ace Hardware Indonesia tercatat Rp3,39 triliun di semester I 2021. Jumlah ini menurun 7,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,65 triliun.

Penurunan dari sisi top line ini akhirnya mengikis bottom line ACES. Padahal sebenarnya, ACES terlihat melakukan penghematan dengan menekan beban-beban.

Misalnya, beban pokok penjualan yang menipis 5,60 persen yoy menjadi Rp1,74 triliun. Ada juga beban usaha dan beban lain-lain yang masing-masing mampu ditekan hingga 2,85 persen yoy dan 87,61 persen yoy.

Dengan demikian laba bersih Ace Hardware terkikis hingga dua digit, yakni 23,56 persen yoy, menjadi Rp276,93 miliar.

Sebagai informasi, hingga akhir Juni 2021 ACES mengantongi total aset hingga Rp7,42 triliun. Jumlah ini meningkat 2,46 persen dibanding akhir tahun 2020.

Total liabilitasnya naik tajam 22,17 persen menjadi Rp2,47 triliun. Sementara total ekuitasnya menurun 5,18 persen menjadi Rp4,95 triliun.