Produsen Sariayu Martha Tilaar Jual Aset Tanah dan Bangunan di Bekasi Rp180 Miliar Gara-Gara Penjualan Turun
Martha Tilaar. (Foto: Dok. Martina Berto)

Bagikan:

JAKARTA - Produsen kosmetik Sariayu Martha Tilaar, PT Martina Berto Tbk berencana untuk melakukan divestasi aset untuk memperlancar modal kerja perseroan.

Herman Ruslim, sebagai Wakil Pemimpin KJPP Herman Meirizki dan Rekan yang ditunjuk Martina Berto untuk melakukan penilaian independen atas kewajaran rencana transaksi material menyebutkan bahwa emiten bersandi saham MBTO itu akan menjual aset dengan harga transaksi material Rp180 miliar.

"Rencana untuk melakukan divestasi aset dilatarbelakangi oleh terganggunya cash flow perseroan yang disebabkan oleh turunnya penjualan karena perseroan tidak dapat memenuhi pesanan,” tulis Herman dalam Laporan Pendapat Kewajaran MBTO dikutip dari keterbukaan informasi di laman BEI, Kamis 5 Agustus.

Untuk memenuhi pesanan, perseroan menyatakan membutuhkan tambahan likuiditas terutama untuk melakukan pembayaran utang kepada supplier yang akan jatuh tempo dan perseroan tidak dapat melakukan penambahan utang bank.

Selain itu, beban bunga bank perseroan saat ini sudah tinggi dan membebani cash flow perseroan. Perseroan pun berharap dengan dilakukannya rencana transaksi material ini kemudian dapat memperbaiki kinerja usaha MBTO.

MBTO berencana melakukan divestasi aset berupa tanah seluas 94.352 meter persegi, bangunan seluas 4.839 meter persegi, mesin, perlengkapan bangunan, perlengkapan laboratorium, dan perlengkapan kantor.

Adapun pihak yang menjadi pembeli adalah PT Kosmetika Global Indonesia. Aset tersebut berlokasi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan dan Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Herman dan Rekan, nilai pasar objek rencana transaksi material adalah sebesar Rp178,80 miliar, sedangkan rencana transaksi material adalah sebesar Rp180 miliar yang berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari nilai pasar objek transaksi sebesar 7,5 persen.

Herman menyebutkan, berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap proyeksi laporan keuangan periode 6 bulan tahun 2021 dan periode 12 bulan tahun 2022-2026 dengan dilakukannya rencana transaksi material dipercaya dapat membantu perseroan dari sisi keuangan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang diperlukan dalam memenuhi pesanan. 

Ke depannya hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan penjualan dan menghasilkan laba bersih. Oleh sebab itu, rencana ini dinilai memberi dampak positif terhadap kinerja keuangan MBTO.

Terkait