Berkat Anteraja, Perusahaan Milik Konglomerat TP Rachmat, Adi Sarana Armada Raup Pendapatan Rp2,1 Triliun di Semester I 2021
Ilustrasi. (Foto: Dok. Adi Sarana Armada)

Bagikan:

JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk  berhasil membukukan pertumbuhan kinerja di enam bulan pertama tahun ini. Laba dan pendapatan emiten berkode saham ASSA tersebut melonjak pesat di semester I 2021.

Dalam laporan keuangannya, dikutip Sabtu 31 Juli, perusahaan milik konglomerat TP Rachmat berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp72,6 miliar di semester I 2021. Pencapaian tersebut naik 68,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp43,0 miliar.

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengungkapkan, bisnis ASSA masih bisa bertumbuh dan berkembang secara signifikan di tengah situasi yang sulit saat ini. Melalui inovasi-inovasi bisnis baru berbasis teknologi yang terus dikembangkan, pihaknya berharap ASSA dapat terus melanjutkan pertumbuhan kinerja di masa depan.

"Hal ini sejalan dengan adanya pergeseran dalam perilaku masyarakat saat ini yang sangat bergantung pada teknologi dan kecepatan apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini,kata Prodjo.

Prodjo melanjutkan, meski masih ada kendala karena COVID-19, perseroan masih mampu mencatatkan kinerja yang positif. Hingga semester I 2021, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau naik 50,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang hanya mencapai Rp1,4 triliun.

Hingga paruh pertama tahun ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan ASSA berasal dari bisnis delivery express Anteraja yang memang pertumbuhannya sangat signifikan dalam satu tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020, Anteraja telah bertumbuh hingga 269,9 persen dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp982,3 miliar atau 46,6 persen dari total pendapatan ASSA.

"Kemudian disusul dari bisnis sewa kendaraan mobil penumpang, autopool dan juru mudi dengan kontribusi sebesar 37,7 persen atau mencapai Rp795,0 miliar, bisnis jual kendaraan bekas sebesar Rp180,8 miliar, bisnis lelang sebesar Rp87,5 miliar, dan dari bisnis logistik sebesar Rp64,5 miliar," ujarnya.

Sebagai informasi, Adi Sarana Armada adalah emiten yang bergerak di bidang mobilitas, logistik dan penunjangnya, dengan tiga pilar bisnis utama, yaitu bisnis mobilitas (rental kendaraan, jasa pengemudi, car sharing), bisnis jual-beli kendaraan (Lelang-JBA dan Online Marketplace kendaraan- Caroline), serta end-to-end logistic (logistik dan kurir ekspress-Anteraja).