Bagikan:

JAKARTA - Bursa saham Korea Selatan menutup perdagangan Senin (1/6) di rekor tertinggi baru. Kenaikan itu ditopang penguatan saham teknologi dan kecerdasan buatan atau AI.

Yonhap dikutip Senin, 1 Juni, melaporkan, indeks acuan Korea Composite Stock Price Index atau KOSPI melonjak 311,85 poin, setara 3,68 persen, ke posisi 8.788,38. Dalam perdagangan harian, indeks itu sempat menyentuh rekor intrahari 8.874,16.

Kenaikan itu begitu kencang hingga Korea Exchange atau KRX mengaktifkan buy-side sidecar sekitar pukul 11.30. Ini mekanisme rem sementara yang menghentikan perdagangan program saham KOSPI selama lima menit saat pasar bergerak terlalu cepat.

Volume perdagangan besar. Sebanyak 618,17 juta saham berpindah tangan dengan nilai 69,4 triliun won atau sekitar US$46,1 miliar. Namun, reli itu tidak merata. Jumlah saham yang turun justru lebih banyak dibanding yang naik, yakni 712 berbanding 194.

Investor institusi dan individu menjadi pembeli utama. Institusi memborong bersih 2,53 triliun won. Investor ritel membeli bersih 377,31 miliar won. Sebaliknya, investor asing melepas bersih 2,91 triliun won.

Reli saham cip tetap kuat meski pembicaraan Amerika Serikat dan Iran soal penghentian konflik serta pembukaan kembali Selat Hormuz belum menghasilkan terobosan berarti. Mandeknya pembicaraan itu ikut mengerek harga minyak.

Di pasar saham, perhatian investor tertuju pada semikonduktor. Investor berharap ledakan permintaan cip untuk AI masih berlanjut.

Data pemerintah menunjukkan ekspor Korea Selatan pada Mei melonjak 53 persen secara tahunan ke rekor bulanan US$87,8 miliar. Kenaikan itu ditopang siklus super semikonduktor.

Saham robotika dan AI ikut menguat menjelang kunjungan CEO Nvidia Corp., Jensen Huang, ke Korea Selatan akhir pekan ini. Pasar membaca kunjungan itu sebagai peluang kerja sama baru dengan raksasa cip asal Amerika Serikat tersebut.

Dalam konferensi Computex di Taipei, Huang mengatakan CPU Vera milik Nvidia, yang dirancang untuk agen AI, akan memakai cip memori berbandwidth tinggi atau HBM dari Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron.

“Pengumuman Huang soal cip Vera, ditambah ekspektasi kunjungannya ke Korea Selatan, telah meningkatkan sentimen investor terhadap produsen cip. Samsung Electronics, yang sahamnya belakangan tertinggal dari SK hynix, mencatat reli tajam,” kata analis Daishin Securities, Lee Kyung-min.

Menurut Lee, saham-saham besar di sektor AI dan robotika memimpin penguatan pasar karena investor berharap ada peluang kerja sama dengan Nvidia.

Samsung Electronics melonjak 10,09 persen ke rekor 349.000 won. Pesaingnya, SK hynix, naik 1,29 persen menjadi 1,36 juta won.

Hyundai Motor menguat 3,73 persen ke 750.000 won. SK Square, perusahaan investasi yang terkait AI, naik 1,87 persen menjadi 1,25 juta won.

LG Electronics melesat 29,86 persen ke 380.500 won. Naver, operator portal internet Korea Selatan, naik 16,03 persen menjadi 271.500 won setelah muncul laporan bahwa pimpinan kedua perusahaan itu kemungkinan bertemu Huang untuk membahas kemitraan AI.

Won Korea juga menguat. Mata uang itu berada di posisi 1.504,3 won per dolar AS pada pukul 15.30, naik 3,6 won dari sesi sebelumnya.

Di pasar obligasi, harga ditutup melemah. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor tiga tahun naik 5,9 basis poin menjadi 3,790 persen. Imbal hasil obligasi acuan tenor lima tahun naik 7,2 basis poin menjadi 3,996 persen.