Bagikan:

JAKARTA - Bursa saham Korea Selatan menutup perdagangan Jumat dengan rekor baru. Indeks KOSPI melonjak setelah saham teknologi dan kecerdasan buatan diburu pasar, dipicu kabar rencana kunjungan pendiri Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan pekan depan.

Menurut laporan Yonhap, Jumat, 29 Mei, KOSPI naik 290,86 poin atau 3,55 persen ke posisi 8.476,15. Indeks acuan bursa Korea Selatan itu sempat menyentuh rekor intrahari, yakni level tertinggi dalam satu sesi perdagangan, di 8.615,09.

Reli ini terjadi sehari setelah KOSPI turun 0,53 persen. Sebelumnya, indeks tersebut sudah naik empat sesi berturut-turut sejak 21 Mei dan menembus level 8.000 poin untuk pertama kalinya pada Selasa.

Sentimen pasar juga terbantu kabar dari Timur Tengah. Laporan semalam menyebut Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan melanjutkan pembicaraan soal program nuklir Teheran.

Namun, penggerak utama tetap saham teknologi. Kabar kunjungan Huang membuat sejumlah saham yang dikaitkan dengan agenda tersebut ikut menguat.

“Didukung kenaikan saham-saham utama, KOSPI reli setelah muncul kabar rencana kunjungan Jensen Huang,” kata Lee Kyung-min, analis Daishin Securities, dikutip Yonhap. “Saham-saham terkait kunjungan Huang ke Korea ditutup di zona positif.”

Saham Samsung Electronics melonjak 5,84 persen menjadi 317.000 won. Pesaingnya di bisnis cip, SK hynix, naik 1,92 persen menjadi 2,33 juta won.

LG Electronics melesat 29,93 persen ke 293.000 won. Naver juga naik tajam 14,15 persen menjadi 234.000 won. Dua perusahaan itu dilaporkan masuk agenda utama kunjungan Jensen Huang ke Korea.

Saham otomotif ikut menguat. Hyundai Motor naik 6,79 persen menjadi 723.000 won, sedangkan Hyundai Mobis menguat 11,95 persen ke 768.000 won.

Di sektor lain, LG Energy Solution naik 3,62 persen menjadi 458.000 won. Celltrion bertambah 1,53 persen menjadi 192.900 won.

Namun tidak semua saham ikut naik. Hana Financial Group turun tipis 0,17 persen menjadi 115.100 won. Saham produsen makanan Nongshim melemah 0,77 persen ke 385.000 won.

Yonhap mencatat volume perdagangan mencapai 701,5 juta saham senilai 73,7 triliun won atau sekitar 48,9 miliar dolar AS. Jumlah saham yang turun justru lebih banyak daripada yang naik, yakni 686 berbanding 205. Ini menunjukkan kenaikan indeks terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar.

Investor asing dan ritel mencatat jual bersih, yaitu nilai jual lebih besar daripada nilai beli. Asing melepas saham senilai 1,04 triliun won, sedangkan investor individu menjual bersih 1,4 triliun won. Sebaliknya, investor institusi, seperti manajer investasi dan lembaga keuangan, membeli bersih saham senilai 2,37 triliun won.

Di pasar uang, won Korea melemah. Pada pukul 15.30 waktu setempat, won berada di 1.507,9 per dolar AS, turun 5,1 won dari sesi sebelumnya.

Rekor KOSPI kali ini menunjukkan kuatnya sentimen AI di bursa Korea. Namun data perdagangan menunjukkan tidak semua saham ikut menikmati kenaikan pasar.”