Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mempercepat proses pembebasan lahan dalam rangka pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Saat ini, ada tiga proyek JTTS yang masih memiliki progres pembebasan lahan, yakni ruas Palembang–Betung, ruas Betung–Tempino–Jambi dan rencana pembangunan ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya pada aspek pengadaan lahan.

"Melalui koordinasi intensif dan kolaboratif, Hutama Karya berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih optimal, sehingga pembangunan jalan tol dapat diselesaikan sesuai target," ujar Hamdani dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei.

Dia menyebut, target operasional ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi seksi 1 yang ditetapkan pemerintah adalah akhir 2026. Perseroan menargetkan, pengadaan tanah dapat diselesaikan Juni 2026, sehingga pada Juli 2026 kegiatan konstruksi pada lokasi-lokasi tersebut sudah dapat dilakukan.

Saat ini, progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung mencapai 81,99 persen dengan progres pembebasan lahan sebesar 87,45 persen. Sementara itu, progres konstruksi ruas Betung–Tempino–Jambi mencapai 46,14 persen dengan progres pembebasan lahan 61,62 persen.

Adapun ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan.

"Kami berharap, dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin guna mempercepat penyelesaian proyek jalan tol di Sumatera Selatan sebagai bagian dari pengembangan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Pulau Sumatera," imbuhnya.

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), diharapkan berbagai tantangan pengadaan lahan dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, pembangunan proyek berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat konektivitas bagi masyarakat.