Bagikan:

JAKARTA - Perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran mulai membuat negara-negara Asia berhitung. Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol menyerukan penguatan kerja sama kawasan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang makin besar.

Menurut laporan Yonhap yang dikutip Senin, 4 Mei, seruan itu disampaikan Koo dalam Pertemuan ke-29 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 di Samarkand, Uzbekistan, Minggu, 3 Mei.

ASEAN+3 terdiri atas negara-negara ASEAN serta tiga mitra Asia Timur Laut yakni Korea Selatan, Jepang, dan China.

“Perang di Timur Tengah telah semakin memperluas ketidakpastian ekonomi kawasan,” kata Koo.

Ia mengatakan kerja sama ASEAN+3 makin penting karena selama ini menjadi penopang saat kawasan menghadapi krisis.

Koo juga menyebut krisis Timur Tengah menjadi ancaman bagi ekonomi Korea Selatan. Pemerintah Seoul, katanya, telah menyiapkan langkah untuk menopang ekonomi, termasuk anggaran tambahan 26,2 triliun won atau sekitar 17,7 miliar dolar AS.

Di luar forum ASEAN+3, Koo memimpin pertemuan trilateral menteri keuangan dan gubernur bank sentral Korea Selatan, China, dan Jepang.

Dalam pertemuan itu, Koo meminta tiga negara tersebut memperkuat koordinasi menghadapi risiko penurunan ekonomi akibat perang Iran. Seruan itu menutup rangkaian pertemuan yang sejak awal dibayangi kekhawatiran atas dampak ekonomi konflik Timur Tengah.