JAKARTA - Korea Selatan (Korsel) membantah sedang berencana untuk membayar Iran demi memuluskan lalu lintas kapal tanker pembawa sumber eneri dalam negerinya bisa melintas Selat Hormuz
"Korea Selatan tidak mempertimbangkan untuk membayar Iran biaya untuk lalu lintas minyak dan gas Timur Tengah melalui Selat Hormuz," kata seorang juru bicara kepresidenan Korsel pada Kamis, 1 April, dikutip dari Reuters.
Kabar tentang adanya rencana itu dilaporkan oleh media lokal Korsel. Menurut jubir tersebut, hingga saat ini Pemerintah Korsel masih belum membahas tentang rencana Iran menetapkan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
“Meninjau pembayaran biaya transit Hormuz sama sekali tidak benar dan bukan sesuatu yang sedang dipertimbangkan,” tegasnya.
Sebelumnya, surat kabar Maeil Business melaporkan bahwa Korsel sedang mempertimbangkan dengan cermat kebijakan penerapan tarif bea masuk atau biaya tol untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Mengenai ancaman krisis energi akibat perang AS-Israel terhadap Iran, Korsel diketahui sedang menyiapkan anggaran tambahan sebesar 26,2 triliun won atau sekitar 17,3 miliar dolar AS.
Namun, anggaran itu baru bisa digunakan jika Parlemen Korsel menyetujui pengajuannya.