JAKARTA - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran siap bernegosiasi dengan negara yang menginginkan kapalnya melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Arab dengan Teluk Oman untuk kapal yang ingin melakukan perjalanan ke Laut Arab atau Samudra Hindia.
Selat yang menjadi bagian dari lalu lintas pasokan minyak dan gas dunia ini terdampak eskalasi di Timur Tengah.
Berbicara dalam "Face The Nation" CBS yang ditayangkan Hari Minggu Menlu Araghchi mengatakan, Iran siap untuk berbicara dengan negara-negara yang ingin bernegosiasi agar kapal tanker minyak tertentu dapat melewati jalur ekspor utama Selat Hormuz.
"Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi kami telah didekati oleh sejumlah negara yang ingin memiliki jalur aman untuk kapal mereka," jelasnya, melansir Arab News dari AFP (16/3).
Pada Hari Sabtu, Menlu Araghchi mengatakan Selat Hormuz tetap terbuka kecuali bagi Amerika Serikat, Iran dan sekutunya.
"Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kita, untuk mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas," kata Menlu Araghchi kepada penyiar MS Now.
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
BACA JUGA:
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Tehran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
Terbaru, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah pada Hari Kamis mengatakan, pasukan Iran harus menjaga Selat Hormuz yang strategis tetap tertutup, seperti dikutip dari Al Arabiya dan AFP.