JAKARTA - Setidaknya 223 wanita dan 202 anak tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, kata Kementerian Kesehatan Iran pada Hari Minggu.
Korban tewas termasuk tiga wanita hamil dan 12 anak di bawah usia lima tahun, kata kementerian dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Fars, seperti melansir Anadolu (16/3).
Kementerian Kesehatan Iran menambahkan, 41 anak juga terluka dalam serangan tersebut.
Menurut pernyataan tersebut, serangan AS-Israel telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur perawatan kesehatan Iran, dengan 153 pusat kesehatan rusak di seluruh negeri.
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
BACA JUGA:
Tehran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.