Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pada Hari Kamis, serangan Israel ke Iran telah menargetkan sejumlah situs dan bangunan kuno bersejarah di negara itu, termasuk situs-situs yang berasal dari abad ke-14.

"Israel membom monumen bersejarah Iran yang berasal dari abad ke-14. Beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO telah terkena serangan," cuit Menlu Araghchi di media sosial X, dikutip dari Anadolu (13/3).

Dalam unggahannya, diplomat utama Tehran itu mengkritik "keheningan" UNESCO atas serangan Israel tersebut.

"Wajar jika rezim yang tidak akan bertahan seabad membenci negara-negara dengan masa lalu yang kuno. Tetapi di mana UNESCO? Keheningannya tidak dapat diterima," tambahnya.

Komentar Menlu Araghchi muncul ketika AS dan Israel terus melakukan serangan udara gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 orang.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Sementara itu, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, "Apa yang terjadi sudah jelas bagi semua orang: Dalam konflik yang semakin modern ini, warga sipil yang menanggung akibatnya, infrastruktur sipil yang menanggung akibatnya, dan kita semua telah melihat kehancuran warisan sejarah yang tak ternilai harganya," menurut Associated Press.

UNESCO sendiri mengonfirmasi bahwa mereka telah memverifikasi kerusakan pada Istana Golestan yang mewah dari era Qajar di Teheran serta istana Chehel Sotoun abad ke-17 dan Masjid Jame, masjid Jumat tertua di negara itu, keduanya di Isfahan, dikutip dari NDTV.

Terdapat juga kerusakan yang terverifikasi pada bangunan-bangunan di dekat Lembah Khorramabad, yang mencakup lima gua prasejarah dan satu tempat berlindung di bebatuan yang memberikan bukti pendudukan manusia sejak 63.000 SM.

Gubernur Isfahan, Mehdi Jamalinejad, mengatakan dalam pidato di media sosial, dalam konflik-konflik sebelumnya, baik itu perang Afghanistan, penaklukan Mughal, atau perang Iran-Irak, tidak pernah terlihat kehancuran seperti ini.

"Ini adalah deklarasi perang terhadap sebuah peradaban," tegasnya.

"Musuh yang tidak memiliki budaya tidak memperhatikan simbol-simbol budaya. Negara yang tidak memiliki sejarah tidak menghormati tanda-tanda sejarah. Negara yang tidak memiliki identitas tidak menghargai identitas," tandasnya.

Situs-situs yang terkena dampak termasuk di antara hampir 30 situs Iran yang ditetapkan sebagai situs perlindungan khusus sebagai bagian dari daftar Warisan Dunia UNESCO.

UNESCO mengatakan, mereka telah memberikan koordinat geografis situs warisan tersebut kepada semua pihak yang terlibat dalam perang jauh sebelum konflik dimulai agar mereka dapat mengambil "tindakan pencegahan untuk menghindari kerusakan".

Terpisah, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan negaranya tidak akan mengambil pendekatan dalam perang yang mencakup "aturan keterlibatan yang bodoh."