JAKARTA - Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Hari Kamis, Teheran akan memberikan "pukulan paling keras kepada musuh-musuhnya" sambil mempertahankan strateginya untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup.
Dalam sebuah pernyataan di media sosial X Komodor Alireza Tangsiri mengatakan langkah tersebut dilakukan "sebagai tanggapan atas perintah Panglima Tertinggi (Mojtaba Khamenai)," dan pasukan Iran akan terus menerapkan strategi untuk menjaga jalur air utama Teluk tetap tertutup dan "memberikan pukulan paling keras kepada musuh agresor," melansir Anadolu (13/3).
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pernyataan publik pertamanya, Selat Hormuz tersebut harus tetap tertutup, yang diblokir sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.
"Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," kata Khamenei tentang jalur air strategis yang dilalui seperlima lalu lintas minyak dunia, melansir Al Arabiya dan AFP.
Pada Hari Rabu, Komodor Alireza mengatakan setiap kapal yang ingin berlayar melalui Selat Hormuz harus mendapatkan persetujuan Iran; jika tidak, kapal tersebut dapat menjadi sasaran serangan Iran.

Dalam unggahan di akun X-nya ia menuliskan, dua kapal yang mengabaikan peringatan Iran menjadi sasaran di Selat tersebut pada hari itu.
Komodor Alireza menyoroti janji Pemerintah Amerika Serikat untuk mengawal dan melindungi kapal yang melintasi jalur air tersebut, menyebutnya sebagai "janji kosong."
"Setiap kapal yang bermaksud untuk melewati Selat harus mendapatkan izin dari Iran," tegasnya dikutip dari Presstv.
Pihak berwenang telah mengindikasikan Selat Hormuz, yang sebelum perang dilalui hampir seperlima minyak global, tetap terbuka dan kapal-kapal yang tidak melayani kepentingan Amerika Serikat dan Israel dapat berlayar dengan aman.
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
BACA JUGA:
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Teheran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
Mojtaba yang merupakan putra mendiang Ali Khamenei terpilih sebagai penerus ayahnya dengan meraih 85 persen suara dalam pemilian di Majelis Pakar, menurut keterangan Kedutaan Besar Iran di Jakarta.