JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah pada Hari Kamis mengatakan, pasukan Iran harus menjaga Selat Hormuz yang strategis tetap tertutup.
"Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," kata Khamenei tentang jalur air strategis yang dilalui seperlima lalu lintas minyak dunia, melansir Al Arabiya dan AFP (12/3).
Ini adalah pernyataan pertamanya sejak ia diproklamasikan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Hari Minggu dan setelah pembunuhan ayah sekaligus pendahulunya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel.
Lebih jauh Khamenei menyerukan negara-negara di kawasan itu untuk menutup pangkalan AS mana pun yang mereka tampung.
"Saya merekomendasikan agar mereka menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin, karena mereka pasti telah menyadari sekarang bahwa klaim Amerika tentang membangun keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan," seru Khamenei.
Putra Ayatollah Ali Khamenei itu bersumpah untuk membalas kematian sejak dimulainya perang dengan AS dan Israel.

"Sebagian kecil dari pembalasan ini sejauh ini telah terwujud secara nyata, tetapi sampai sepenuhnya tercapai, kasus ini akan tetap menjadi salah satu prioritas kami," katanya.
"Kami akan menuntut ganti rugi dari musuh, dan jika mereka menolak, kami akan mengambil sebanyak mungkin harta benda mereka sesuai yang kami tentukan, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan jumlah harta benda mereka yang sama," tambah Khamenei.
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Teheran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
BACA JUGA:
Khameni yang berusia 56 tahun belum tampil di depan umum sejak pengangkatannya. Televisi pemerintah melaporkan ia telah terluka selama perang yang sedang berlangsung.
Pemimpin baru itu mengucapkan terima kasih kepada sekutu Iran di kawasan tersebut, termasuk Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman dan kelompok-kelompok bersenjata di Irak.
"Kami menganggap negara-negara Front Perlawanan sebagai sahabat terbaik kami, dan perjuangan perlawanan serta Front Perlawanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai Revolusi Islam," katanya.