JAKARTA - Kemenangan Paris Saint-Germain di Liga Champions berubah menjadi malam sibuk bagi polisi Prancis. Ribuan pendukung turun ke jalan setelah PSG mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest, Hongaria. Perayaan itu kemudian berujung ricuh di Paris dan sejumlah kota lain.
Dikutip dari Euronews, Minggu, 31 Mei, otoritas Prancis menyebut sekitar 780 orang diperiksa secara nasional. Polisi juga menahan 457 orang setelah kericuhan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 416 penangkapan secara nasional. Di Paris saja, 283 orang ditangkap. Kota itu menjadi pusat perayaan karena PSG bermarkas di ibu kota Prancis.

Kericuhan pecah setelah peluit akhir pertandingan. Di sekitar Arc de Triomphe dan Champs-Elysees, suporter menyalakan suar, membunyikan klakson, dan memenuhi jalan. Sekitar 20.000 orang berkumpul di Champs-Elysees.
Namun pesta cepat berubah. Menurut Prefektur Kepolisian Paris, sejumlah kelompok kecil membuat kekacauan di beberapa titik. Mereka menyalakan api, merusak toko, dan membakar mobil. Seorang polisi dilaporkan terluka.
Polisi juga menyebut ada kelompok yang mencoba menyerbu kantor polisi di kawasan elite Arondisemen ke-8. Massa itu kemudian dibubarkan.
Hingga pukul 22.00 waktu setempat, 45 orang sudah lebih dulu ditahan. Jalan lingkar utama Paris juga sempat diblokade massa sebelum polisi membubarkannya.
Sebuah toko roti dan restoran dilaporkan rusak. Di dekat stadion PSG di Arondisemen ke-16, polisi mengendalikan sekitar 1.000 orang dan membongkar barikade yang dibuat dari sepeda.
BACA JUGA:
Kemenangan PSG sebenarnya bersejarah. Klub Prancis itu meraih gelar Liga Champions kedua dan menjadi klub kedua dalam sejarah modern kompetisi tersebut yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun.
Masih menurut Euronews, kericuhan serupa terjadi pada Mei tahun lalu saat PSG meraih gelar Liga Champions pertama. Ketika itu, Paris menyiagakan sekitar 8.000 polisi. Sebanyak 201 orang terluka di ibu kota Prancis dan lebih dari 500 orang ditangkap di seluruh negeri.
Di lapangan, gelar PSG tetap menjadi catatan besar sepak bola Prancis. Di luar stadion, perayaan itu kembali berubah menjadi pekerjaan besar bagi aparat keamanan Paris.