Bagikan:

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan se wilayah Jakarta Utara menyalurkan sebanyak 580 paket sembako kepada Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Utara, pada hari Sabtu (2/5/2026) di di Kantor Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja hari ini dihadiri sekitar 600 buruh.

Penyaluran ratusan paket sembako tersebut dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Paket sembako ini nantinya akan di distribusikan kepada serikat pekerja/buruh dan para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading Ivan Sahat H Pandjaitan, selaku Koordinator Wilayah Utara, menyerahkan langsung 580 paket sembako kepada Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti untuk selanjutnya didistribusikan kepada serikat pekerja dan para pekerja di Jakarta Utara.

Total keseluruhan paket sembako yang disalurkan oleh BPJS Ketenagakerjaan se Wilayah DKI Jakarta yang dikoordinir Kantor Wilayah DKI Jakarta sebanyak 3.540 paket, yang didistribusikan ke seluruh Kantor Disnakertransgi wilayah DKI Jakarta, dengan rincian tingkat Provinsi sebanyak 1.300 paket, Jakarta Timur sebanyak 580 paket, Jakarta Pusat 250 paket, Jakarta Barat 580 paket, Jakarta Utara 580 paket, serta pendistribusian sembako yang dilakukan pada hari ini di Kantor Disnakertransgi Pemerintah Kota Jakarta Selatan Jakarta Selatan sebanyak 250 paket.

Hadir dalam kegiatan May Day tersebut, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti, Wakil Kepala Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta, Romi Enriko, serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan se wilayah Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menginginkan agar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dapat menjadi momentum memperkuat sinergisitas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Hendra mengatakan, peringatan May Day tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja.

"May Day menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha atau tripartit, sekaligus memperkuat sinergisitas dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan," ujarnya.

Hendra menjelaskan, dunia kerja saat ini menghadapi tantangan global yang dinamis, mulai dari ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, hingga perubahan pola kerja. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

Pada tahun ini, May Day mengusung tema "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja" dengan slogan "Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama". Tema tersebut menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh.

"Penguatan hubungan industrial merupakan kunci untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, sekaligus memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi tenaga kerja," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Romi Enriko, Wakil Kepala Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta menyampaikan bahwa momentum peringatan May Day tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan pekerja, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik.

Romi menjelaskan pemberian 580 paket sembako dari BPJS Ketenagakerjaan ini adalah adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perhatian kepada para pekerja, khususnya dalam momentum Hari Buruh Internasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan para pekerja. Harapannya, sinergi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Selain penyerahan bantuan sembako, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) dan bea siswa kepada ahli waris dari 4 cabang.

Adapun rincian santunan tersebut adalah sebagai berikut ;

Kantor Cabang Jakarta Kelapa Gading, santunan atas nama Suryadi senilai Rp190.500.000 dengan ahli waris JKM (Istri) : Sundari.S dan bea siswa atas nama Cut Alliyya Rohani Idris (SMA Kelas 3) dan Teuku Alif Ramadhandris (TK B).

Kantor Cabang Jakarta Cilincing, santunan atas nama Rudi Guntur senilai Rp44.806.700 dengan ahli waris JKM (Istri) : Fratiwi

Kantor Cabang Jakarta Pluit, santunan atas nama Ali Susanto senilai Rp44.806.700 dengan ahli waris JKM (Istri): Siti Nursanah

Kantor Cabang Jakarta Mangga Dua, santunan atas nama Machmud senilai Rp173.000.000 dengan ahli waris JKM (Istri): Ita Raiwalia dan bea siswa atas nama Ahmad Alma Abdillah (Perguruan Tinggi Tingkat 1) kemudian Muhammad Aqil Ibrahim (SMP Kelas 3).