Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah lagi pada perdagangan hari ini, Jumat 23 April, setelah kemarin ditutup di zona merah alias anjlok 163 poin atau 2,16 persen ke level 7.378,60.

Sebanyak 192 saham naik, 505 saham turun dan 123 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 53,55 miliar saham dengan total nilai Rp 20,19 triliun.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, ada sejumlah sentimen yang menyebabkan IHSG ditutup melemah kemarin. Pertama, penurunan outlook menjadi negatif untuk saham Indonesia oleh Fitch.

Kedua, progres perjanjian perdamaian yang alot terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, sehingga cenderung memberikan spekulasi pasar yang negatif dan mendorong kembali kenaikan harga minyak mentah.

Ketiga, MSCI yang masih membekukan rebalancing saham Indonesia, sehingga hingga tidak ada konstituen masuk dari saham Tanah Air. MSCI juga mengecualikan saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) dari BEI. Hal ini pun cenderung memberikan respons negatif di pasar.

“Terakhir, pelemahan rupiah terhadap dolar AS di saat indeks DXY cenderung melambat, sehingga memberikan pesan pelemahan terjadi karena faktor domestik,” jelasnya dalam riset.

Kemarin, rupiah spot ditutup di level Rp17.286 per dolar AS, turun 0,61 persen dibanding penutupan hari sebelumnya. Sejalan, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,75 persen secara harian ke Rp17.308 per dolar AS.

Sementara itu menurut Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, IHSG hari ini akan bergerak cenderung melemah dalam rentang level support 7.245 dan resistance 7.558.

“Indikator MACD menunjukkan pelemahan tren sejalan dengan RSI yang alami penurunan, serta didorong volume transaksi di atas rerata 20 hari terakhir,” tuturnya.

Audi pun merekomendasikan trading buy untuk ELSA dengan support Rp730 per saham dan resistance Rp860 per saham. Rekomendasi speculative buy juga disematkan untuk MEDC dengan support di Rp1.680 per saham dan resistance Rp1.840 per saham.