Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) memaparkan perkembangan terbaru terkait rencana penggabungan atau merger BUMN Karya.

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani, menyampaikan bahwa proses pembentukan holding BUMN Karya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Menurut Hamdani, tahapan merger saat ini masih menunggu penyelesaian restrukturisasi kondisi keuangan masing-masing entitas BUMN Karya.

Ia menjelaskan bahwa proses restrukturisasi diperkirakan rampung pada pertengahan tahun, sehingga integrasi antarperusahaan bisa mulai dilakukan setelahnya dan ditargetkan selesai pada penghujung tahun.

“Secara timeline kemungkinan restrukturisasi ini bisa kami harapkan selesai sekitar pertengahan tahun, sehingga mulai pertengahan tahun proses integrasinya dimulai dan diharapkan selesai di akhir tahun,” katanya dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Hamdani menyampaikan saat ini, Hutama Karya bersama entitas calon holding telah membentuk Project Management Office (PMO) guna mempercepat proses merger.

Ia menjelaskan melalui PMO tersebut, dilakukan penyelarasan di berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia, operasional, hingga sistem perusahaan.

Namun demikian, Hamdani mengakui masih terdapat sejumlah entitas BUMN Karya dengan kondisi keuangan yang belum sehat, sehingga pemerintah memprioritaskan perbaikan dan restrukturisasi pada entitas tersebut sebelum nantinya diintegrasikan ke dalam holding.

“Sehingga memang program dari pemerintah adalah menyehatkan yang dua ini dulu, merestrukturasi mereka dulu, begitu laporan atau buku keuangannya itu sudah membaik, baru mereka akan diintegrasi ke kita,” ucapnya.

Di sisi lain, Hutama Karya juga telah melakukan divestasi terhadap dua ruas tol yang diminati investor, yaitu ruas Bakauheni–Terbanggi Besar dan Medan–Binjai, melalui skema daur ulang aset (asset recycling) dengan dukungan pendanaan asing.

Secara kinerja, Hutama Karya kini telah masuk dalam jajaran 10 besar perusahaan BUMN Karya dengan total ekuitas mencapai Rp138 triliun dan aset sebesar Rp196 triliun.

Hamdani menambahkan, kontribusi terbesar pendapatan perusahaan masih berasal dari sektor jalan tol.

Ia menambahkan meskipun secara keseluruhan bisnis tol belum sepenuhnya pulih, perkembangan volume lalu lintas harian di beberapa ruas menunjukkan capaian yang telah melampaui target.

Sebagai informasi, tujuh BUMN Karya yang bakal merger adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Hutama Karya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Brantas Abipraya, serta PT Nindya Karya.