Bagikan:

JAKARTA - China mulai mempercepat pengembangan sektor hidrogen. Memasuki Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030, negara itu mendorong hidrogen dari sektor yang selama ini ditopang kebijakan menjadi industri yang ditargetkan tumbuh dengan kekuatan pasar. China Daily yang dikutp Kamis, 26 Maret melaporkan, langkah ini dipasang untuk menopang transformasi ekonomi sekaligus mempercepat transisi energi China.

Dorongan itu terlihat dalam China International Hydrogen Congress and Expo ke-5 di Beijing, Rabu. 25 Maret. Di forum itu, hidrogen diposisikan sebagai mata rantai penting dalam transisi energi, terutama untuk menekan emisi di sektor yang paling sulit dipangkas, seperti baja, industri kimia, dan transportasi berat.

Bagi China, ini bukan proyek pinggiran. Hidrogen dipakai sebagai alat untuk mengejar dua sasaran besar yaitu puncak emisi karbon sebelum 2030 dan netral karbon sebelum 2060. Wakil Direktur Jenderal Departemen Sains dan Teknologi Administrasi Energi Nasional China Bian Guangqi mengatakan fokus periode baru ini adalah membangun hidrogen sebagai industri masa depan dan menggesernya dari pertumbuhan yang didorong kebijakan ke ekspansi yang digerakkan pasar.

“Saat kita memasuki periode Rencana Lima Tahun ke-15, fokus utama kami adalah menumbuhkan hidrogen sebagai industri masa depan yang penting, dengan mengarahkannya dari pertumbuhan yang didorong kebijakan menuju ekspansi yang kuat dan digerakkan pasar,” kata Bian Guangqi dalam pidato utamanya dikutip dari China Daily.

Pemerintah China menyiapkan fondasinya lewat integrasi hidrogen ke perencanaan energi nasional, pembangunan basis besar angin-surya-hidrogen-amonia-alkohol, percepatan inovasi teknologi, penyusunan standar dan regulasi, serta perluasan kerja sama global. China juga membidik kemandirian regional untuk hidrogen terbarukan dan hidrogen bersih rendah karbon.

Dorongan itu dibangun di atas capaian Rencana Lima Tahun ke-14. Undang-Undang Energi yang berlaku tahun lalu resmi memasukkan hidrogen ke dalam kerangka pengelolaan energi nasional. Tahun ini, Laporan Kerja Pemerintah China juga menempatkan energi hidrogen dan bahan bakar hijau sebagai sumber pertumbuhan baru.

Skalanya sudah terlihat. Dalam lima tahun terakhir, kapasitas produksi hidrogen terbarukan China melonjak dari 23.000 ton menjadi 250.000 ton per tahun, ditopang proyek besar di Xinjiang. China juga telah mengoperasikan lebih dari 30.000 kendaraan sel bahan bakar dan membangun lebih dari 590 stasiun pengisian hidrogen. Perusahaannya mengekspor teknologi inti seperti elektroliser ke lebih dari 30 negara dan ikut membangun 17 koridor pelayaran hijau internasional.

Namun pasar ini masih jauh dari penuh. Badan Energi Internasional mencatat, hidrogen hijau pada 2025 masih menyumbang kurang dari 1 persen produksi hidrogen global. Artinya, persaingan baru justru sedang dibuka.