JAKARTA — Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Keluarga Besar Putra Putri Polri atau KBPP Polri memperkuat peran di tengah ancaman keamanan yang makin bergeser ke ruang digital.
Bamsoet mengatakan ancaman nasional kini tidak selalu datang dalam bentuk konflik fisik. Hoaks, radikalisme digital, kejahatan siber, hingga premanisme juga bisa mengganggu ketertiban masyarakat dan iklim investasi.
“KBPP Polri harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu merawat persatuan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi jembatan antara rakyat dengan institusi negara,” kata Bamsoet saat menghadiri pembukaan Munas VI KBPP Polri di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Menurut mantan Ketua MPR RI itu, situasi keamanan yang relatif kondusif sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi itu tidak boleh membuat masyarakat lengah.
BACA JUGA:
Bamsoet menyebut Polri sepanjang 2025 menangani lebih dari 325 ribu kasus kejahatan dengan tingkat penyelesaian perkara 76,22 persen. Di sisi lain, Densus 88 disebut mampu menjaga status zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut melalui pencegahan dan penegakan hukum.
“Keamanan nasional tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat negara,” ujar Bamsoet.
Ia menilai KBPP Polri memiliki posisi strategis karena lahir dari tradisi pengabdian dan kedisiplinan keluarga besar Polri. Organisasi itu, kata Bamsoet, bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan aparat dalam mencegah konflik sosial.
Bamsoet juga menyoroti anak muda. Menurutnya, bonus demografi hanya menjadi kekuatan jika generasi muda diarahkan pada produktivitas, inovasi, dan persatuan.
Sebaliknya, ruang digital bisa menjadi lahan subur intoleransi, provokasi, dan kriminalitas baru jika tidak diimbangi pendidikan karakter serta literasi digital.
“Anak-anak muda harus diajak masuk dalam gerakan kebangsaan yang konkret,” kata Bamsoet.
Ia mendorong KBPP Polri aktif hadir lewat pendidikan karakter, literasi digital, kegiatan sosial, dan penguatan wawasan kebangsaan.
Munas VI KBPP Polri turut dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Kalingga Rendra, Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty, serta sejumlah tokoh KBPP Polri.
Bamsoet menegaskan organisasi kemasyarakatan perlu menjadi perekat sosial di tengah polarisasi politik, tekanan ekonomi global, dan perubahan pola ancaman keamanan.
“KBPP Polri harus menjadi contoh organisasi yang mengedepankan dialog, gotong royong, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi,” katanya.