JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau ruas Inpres Jalan Daerah (IJD) Payakumbuh–Sitangkai di Sumatera Barat (Sumbar), belum lama ini.
Hingga saat ini, Kementerian PU telah menangani 2,9 kilometer (km) ruas IJD Payakumbuh–Sitangkai. Sementara sisa penanganan akan dilanjutkan secara bertahap tahun ini.
"Sekitar 2,9 km sudah jadi. Sisanya akan kami mulai tahun 2026. Untuk ruas lanjutan sampai Batusangkar sekitar 25 km, insyaallah bisa kami mulai lagi setelah ini. Mungkin pertengahan tahun," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari.
Adapun Program IJD diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Kebijakan tersebut dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas jalan daerah strategis, namun terkendala anggaran.
Dody mengatakan, penanganan IJD Payakumbuh–Sitangkai merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
"IJD ini memang salah satu hasil dari instruksi langsung Pak Presiden Prabowo. Hampir 6 km kami bangun dengan beton. Sisanya dibangun dengan aspal karena di sini banyak galian C, kalau semuanya dibangun dengan aspal dikhawatirkan tidak bertahan lama dan terjadi lubang," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi dukungan Kementerian PU terhadap pembangunan jalan daerah di Sumbar.
"Kami bersyukur pemerintah pusat melalui Kementerian PU telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk pembangunan IJD Payakumbuh–Sitangkai ini. Sebanyak 2,9 km dibangun dengan aspal dan 5,8 km sisanya dibangun dengan beton," terang dia.
Nantinya, akan ada lanjutan pembangunan IJD sepanjang 25 km menuju Batusangkar. Andre juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan jalan yang telah dibangun.
"Kami sudah sampaikan ke Gubernur Sumatera Barat dan beliau berkomitmen untuk menjaga jalan ini. Jangan sampai jalan sudah dibangun, rusak dalam satu-dua tahun," tuturnya.
Gubernur Sumbar Mahyeldi juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam mendukung kebijakan dan program Kementerian PU.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU. Insyaallah kami siap mendukung segala sesuatu terkait dengan tugas provinsi. Termasuk, mengendalikan penggunaan jalan ini sesuai dengan izin yang kami berikan untuk truk-truk pengangkut material," jelas dia.
Pada kunjungan kerja tersebut, Dody dan jajaran juga meninjau usulan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi Pasar Koto Baru dan Pasar Payakumbuh di Sumbar sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur ekonomi masyarakat pascabanjir bandang.
Terkait hal tersebut, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat bangkit lebih baik.
BACA JUGA:
"Kita lihat dulu kesiapannya, karena rekomendasi dan basic design sudah ada. Selanjutnya, kami kerjakan grand design dan dapat dilanjutkan koordinasi dengan tim Kementerian PU di Sumatera Barat," ungkap dia.
Setelah DED selesai, baru akan keluar perhitungan anggarannya. Sesuai arahan Prabowo, kata Dody, pihaknya wajib membantu masyarakat untuk bangkit lebih baik lagi, terutama di daerah terdampak banjir bandang.
"Peran pasar ini cukup vital sebagai urat nadi perekonomian, sehingga yang terpenting adalah komitmen kami bersama," pungkasnya.