JAKARTA - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani memaerkan kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai bukti awal perubahan yang berjalan di tubuh perusahaan pelat merah.
Kata Rosan, setelah lima tahun terakhir valuasi Telkom cenderung melemah, pasar justru mencatat lompatan besar dalam enam bulan terakhir. Bahkan valuasi perseroan dari tekanan berkepanjangan menjadi kisaran Rp112 triliun hingga Rp115 triliun.
Bagi Rosan, lonjakan valuasi Telkom bukan sekadar data pasar, melainkan sinyal bahwa strategi transformasi BUMN bergantung pada SDM kuat, digitalisasi, dan tata kelola yang bersih mulai membuahkan kepercayaan publik dan investor.
“Kalau kita lihat Telkom, lima tahun terakhir valuasinya menurun. Tapi dalam enam bulan terakhir ini responsnya sangat positif, kenaikan saham sampai 81 persen, valuasinya sekarang di kisaran Rp112 sampai Rp115 triliun,” kata Rosan kepada wartawan, di Jakarta, ditulis Kamis, 15 Januari.
Rosan bilang transformasi di lingkungan BUMN dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Pembenahan sumber daya manusia (SDM) disebut menjadi fondasi utama agar strategi bisnis dan perencanaan perusahaan berjalan saling menopang.
BACA JUGA:
“Reformasi itu harus menyeluruh, terutama SDM-nya, dan juga bagaimana pada saat mereka membuat rencana, komplementasinya bisa berjalan,” ujar Rosan.
Tak hanya Telkom, kata Rosan, perubahan juga terjadi di perusahaan strategis lain seperti Garuda Indonesiadan Krakatau Steel. Kedua perusahaan itu menunjukkan perbaikan performa dan mulai kembali mendapatkan kepercayaan pasar.
Di tengah dorongan digitalisasi dan kinerja, Rosan mengingatkan tata kelola bersih tetap menjadi pilar. Ia menegaskan komitmen terhadap penerapan integritas di seluruh lini BUMN.
“Kita terapkan zero tolerance terhadap hal-hal negatif seperti korupsi. Tapi di sisi lain, kita juga memberi apresiasi kepada mereka yang bekerja dengan baik dan membangun lingkungan kerja yang positif,” ucap Rosan.