JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 14 Januari 2025, Kurs rupiah spot di tutup menguat 0,07 persen ke level Rp16.877 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup naik 0,02 persen ke level harga Rp16.871 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti indeks harga produsen (PPI), penjualan ritel, dan sektor perumahan, yang lebih kuat dari perkiraan.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS menyusul data ekonomi AS PPI, penjualan ritel dan rumah yang lebih kuat dari perkiraan," ujarnya kepada VOI, Kamis, 15 Januari.
Meski demikian, ia menambahkan penguatan dolar AS juga didorong oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed.
"Dolar AS juga didukung oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat the Fed semalam," jelasnya.
BACA JUGA:
Lukman menyampaikan, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali melakukan intervensi sehingga berpeluang menahan pelemahan dan mendorong penguatan rupiah
"Namun kembali, BI diharapkan akan kembali mengintervensi dan bisa berbalik menguatkan rupiah," tegasnya.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Kamis, 15 Januari 2026 akan berada dikisaran Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS.