Bagikan:

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 5 Januari 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 2 Januari 2025, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,03 persen ke level harga Rp16.725 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyampaikan bahwa rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya kekhawatiran geopolitik setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Ia menambahkan situasi tersebut menekan selera risiko investor dan berdampak negatif pada aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang," jelasnya kepada VOI, Senin, 5 Januari.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Senin, 5 Januari 2026 akan berada dikisaran Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS.

Sementara itu, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember yang dirilis menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal The Fed.

Menurutnya sejumlah pejabat Federal Reserve menilai suku bunga sebaiknya dipertahankan untuk sementara waktu setelah tiga kali pemangkasan sepanjang tahun 2025.

"Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," ujarnya.

Dari sisi geopolitik, ketegangan global turut membayangi pergerakan pasar yaitu rusia dan Ukraina saling menuding melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun terdapat upaya diplomatik intensif yang dipimpin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

"Kyiv telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan memutus sumber pendanaan Moskow untuk kampanye militernya di Ukraina," ucapnya.

Selain itu, Ibrahim menyampaikan pemerintahan Presiden Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker minyak yang dinilai terlibat dalam sektor energi negara tersebut.

Menurutnya ketegangan juga meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan udara Arab Saudi di Yaman serta pernyataan Iran mengenai kemungkinan perang skala penuh dengan AS, Eropa, dan Israel.

Ia menambahkan situasi ini memperbesar kekhawatiran akan ketidakstabilan kawasan, sementara Presiden Trump memperingatkan akan adanya aksi lanjutan apabila Iran melanjutkan pembangunan kembali program nuklirnya.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun dalam rentang harga Rp16.720 - Rp16.750 per dolar AS.