Bagikan:

JAKARTA - Dalam rangka menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh ruas tol di Sumatera Utara (Sumut) telah beroperasi normal pascabanjir bandang Akhir November lalu.

Untuk di ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) yang sebelumnya menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow sejak 4 Desember 2025, dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya pada 16 Desember 2025.

Selain itu, ruas tol utama lainnya seperti Tol Medan–Binjai, Medan–Pangkalan Brandan, Medan–Sinaksak, Tebing Tinggi–Kisaran, tetap beroperasi optimal untuk mendukung pergerakan masyarakat selama periode libur Nataru.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pascabanjir bandang di wilayah Sumatera.

"Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," ucap Dody dalam keterangan resmi, Rabu, 17 Desember.

Kementerian PU juga terus mengintensifkan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pascabanjir bandang di Sumut.

Tercatat, ada 194 titik longsoran tebing, 27 titik jalan putus, 57 titik jalan amblas, empat titik oprit jembatan putus serta 28 titik genangan banjir.

Hingga 15 Desember 2025, pukul 20.00 WIB, penanganan telah mencapai 190 titik longsoran tebing, 12 titik jalan putus, 55 titik jalan amblas, seluruh empat titik oprit jembatan serta 28 titik genangan banjir telah surut.

Sejumlah tindak lanjut penanganan terus dilakukan secara bertahap, meliputi pembersihan material longsor, pemasangan jembatan bailey serta perbaikan jalan amblas dengan agregat dan aspal, pemasangan bronjong hingga pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT).

Penanganan telah dimulai sejak 28 November 2025 atau satu hari setelah kejadian bencana dan ditargetkan rampung secepatnya dengan beberapa titik utama diharapkan selesai saat ini.

Adapun tiga koridor utama yang masih dalam penanganan intensif, yakni Tarutung–Sibolga, Sibolga–Batangtoru, dan Batangtoru–Singkuang, dengan kerusakan berupa amblasnya badan jalan di beberapa titik.

Sementara itu, Koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer (km) telah kembali terhubung, meski masih dilakukan penyempurnaan jalan sementara (detour) di empat lokasi demi keselamatan pengguna jalan.

Untuk mendukung konektivitas menuju Kota Sibolga, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif, antara lain Jalan Nasional Sidikalang–Subulussalam–Barus–Sibolga, Jalan Provinsi Doloksanggul–Pakkat–Barus–Sibolga (terbatas kendaraan kecil), Jalan Kabupaten Batangtoru–Sibabangun–Pinangsori–Sibolga (terbatas kendaraan kecil).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Ditjen Bina Marga Kementerian PU Hardy Pangihutan Siahaan memastikan, kesiapan infrastruktur selama Nataru tetap terjaga meski terdapat lokasi terdampak bencana.

"Untuk Nataru, khususnya di lokasi bencana, transportasi tetap dapat dilakukan melalui jalan alternatif. Di Sumatera Utara tidak ada kota atau kabupaten terisolir, seluruh wilayah masih bisa diakses karena tersedia jalur alternatif," tuturnya.

Kementerian PU terus berkomitmen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memastikan konektivitas wilayah di Sumatera Utara tetap aman dan andal.

Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani libur Natal dan Tahun Baru dengan nyaman serta aktivitas logistik dan perekonomian daerah tetap berjalan.