Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut, alur Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, kini telah terbuka sepanjang 5,7 kilometer (km) pascabanjir bandang Sumatera akhir November 2025 lalu.

Alur sungai terbuka itu mulai dari Jembatan Jalan Nasional ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya hingga ke muara (kuala).

Hal tersebut dipastikan usai Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU secara bertahap melakukan pembersihan kayu dan pelebaran Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, penanganan dilakukan dengan mengurangi sedimentasi, meningkatkan kapasitas aliran sungai serta melindungi infrastruktur jalan dan jembatan di sekitarnya, terutama pada wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

"Dengan kondisi tersebut, sungai sudah mampu mengalirkan debit air hingga kala ulang lima tahunan, sehingga perahu nelayan yang sebelumnya tertahan akibat pendangkalan material banjir bandang kini sudah dapat keluar dari tambatan dan kembali melaut untuk mencari nafkah," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari.

Menurut Dody, penanganan darurat difokuskan pada pembersihan sedimen, pengangkatan material kayu, normalisasi serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis. Sehingga, aliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Dody menegaskan, pihaknya akan terus memantau kondisi sungai dan infrastruktur pendukung lainnya serta siap melakukan langkah lanjutan untuk penanganan jangka panjang.

"Dengan pulihnya fungsi Sungai Krueng Meureudu, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Pidie Jaya dapat kembali berjalan normal secara bertahap sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana serupa," imbuhnnya.