JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ruas Tol Medan–Pangkalan Brandan sudah kembali aman dan dapat dilalui pascabanjir yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada akhir November 2025 lalu.
Dikutip dari unggahan video di akun Instagram resmi @kementerianpu, Selasa, 9 Desember, Kementerian PU terus berupaya mempercepat pemulihan konektivitas Sumatera Utara (Sumut)–Aceh agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap terjaga.
"Berdasarkan pemantauan per 6 Desember 2025, banjir yang sebelumnya merendam sejumlah titik kini sepenuhnya surut dan arus kendaraan kembali lancar untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik," tulis keterangan akun tersebut.
Sebagai bagian dari pemulihan, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara terus melakukan pembersihan material sisa banjir dan perbaikan kondisi jalan di sekitar akses tol.
"Agar keselamatan dan kenyamanan pengguna tetap terjaga," katanya.
Percepatan penanganan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat, terpadu dan responsif dalam penanganan bencana.
Sementara itu, salah satu pengguna jalan bernama Reza menuturkan, perjalanan di jalan tol tersebut kini sudah lancar.
"Sudah enggak ada lagi hambatan sampah, air-air yang menggenang juga sudah enggak ada," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian PU mencatat, sepanjang 2.058 kilometer jalan nasional mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Kementerian PU juga mencatat sebanyak 31 jembatan nasional rusak imbas bencana tersebut.
BACA JUGA:
"Infrastruktur bina marga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini ada 72 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 km, 31 jembatan nasional sepanjang 2.537 meter," ujar Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI terkait Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi dalam Rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Desember.
"Untuk jalan daerah sementara baru teridentifikasi sebanyak 108 ruas jalan daerah dan 48 jembatan daerah di tiga provinsi," sambungnya.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru per 6 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, Diana bilang, terdapat 1.666 titik kerusakan. Menurut dia, pihaknya akan terus memperbarui data seiring terbukanya akses jalan dan hasil pendataan lapangan.