JAKARTA - Sebanyak 12 koridor jalan nasional di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah kembali dapat dilalui pascabanjir bandang dan longsor akhir November 2025 lalu.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, percepatan penanganan terus dilakukan, meski pada sejumlah ruas masih diberlakukan pengaturan lalu lintas serta penyempurnaan jalan sementara demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan fungsi jalan nasional menjadi fokus utama dalam masa tanggap darurat hingga transisi menuju rehabilitasi.
"Kementerian PU bergerak cepat memastikan jalur-jalur utama kembali fungsional agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 30 Desember.
Dari 12 koridor telah tersambung, Koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer (km) sudah terhubung, meski masih dilakukan penyempurnaan jalan sementara atau detour untuk meningkatkan keselamatan.
Koridor Sibolga–Batangtoru juga telah terhubung dengan konstruksi timbunan tanah di atas alur sungai baru dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Namun, ruas tersebut akan ditutup sementara jika hujan turun dan debit air meningkat. Penanganan jalan sementara masih berlanjut, termasuk pemasangan jembatan bailey.
Sementara itu, Koridor Batangtoru–Singkuang sudah dapat dilalui dengan pembatasan untuk kendaraan ringan.
Kondisi cuaca masih sering hujan membuat penimbunan, perbaikan dan pemadatan agregat tetap diperlukan.
Adapun Koridor Sidikalang–Singkil–Barus–Sorkam–Sibolga dilaporkan sudah dapat dilalui.
Seiring surutnya genangan banjir, akses juga telah terbuka di Koridor Padang Sidempuan–Panyabungan–Batas Provinsi Sumatera Barat, Padang Sidempuan–Batangtoru, Singkuang–Natal–Simpang Gambir–Batas Provinsi Sumatra Barat serta Koridor Batas Provinsi Aceh–Simpang Pangkalan Susu–Batas Tanjung Pura–Binjai.
Selain jalan nasional, ruas Jalan Tol Medan–Pangkalan Brandan, Medan–Sinaksak dan Tebing Tinggi–Kisaran dilaporkan telah beroperasi normal.
BACA JUGA:
Akses juga telah terbuka di ruas Lintas Barat Sumatera Sibolga–Barus–Batas Provinsi Aceh–Aceh Singkil, ruas Lintas Tengah Sumatera Sidikalang–Kuta Buluh–Batas Aceh–Kutacane serta ruas Lintas Timur Sumatera Medan–Binjai–Pangkalan Brandan–Tanjung Pura–Batas Provinsi Aceh–Aceh Tamiang.
Kementerian PU menyampaikan, pemantauan lapangan terus dilakukan secara intensif dengan menyiagakan alat berat dan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan, terutama akibat curah hujan masih tinggi.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi lalu lintas di ruas-ruas terdampak.
"Kami akan terus bekerja tanpa henti hingga penanganan darurat tuntas dan dilanjutkan dengan perbaikan permanen agar infrastruktur kembali andal dan aman," imbuhnya.