JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi lanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat, 12 Desember, setelah kemarin ditutup di zona merah seusai The Fed memangkas suku bunga. IHSG terkoreksi 0,92 persen atau terpangkas 80,44 poin ke level 8.620,48 pada penutupan perdagangan, Kamis 11 Desember.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh sell on news setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) seperti yang diperkirakan.
Namun, perkiraan The Fed berpotensi hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun 2026, mengecewakan harapan pasar. Sebab, pasar sebelumnya mengharapkan akan terjadi penurunan suku bunga sebanyak dua-tiga kali pada tahun 2026.
“Memasuki periode penawaran umum IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang banyak diminati investor, disinyalir juga mendorong terjadinya profit taking. Sebab, investor membutuhkan likuiditas untuk ikut serta dalam IPO tersebut,” jelas Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, MACD membentuk deadcross yang mengindikasikan potensi pelemahan indeks masih berlanjut. Sehingga, diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini dan menguji level support di rentang 8.550-8.600.
BACA JUGA:
Sementara itu, memanasnya bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja juga menjadi faktor negatif, karena berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di kawasan ASEAN. Selanjutnya investor juga akan menantikan pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan depan.
“Investor akan mencermati pergerakan rupiah, apakah akan mampu membuat Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan terakhir di tahun ini,” jelas Phintraco Sekuritas.
Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas hari ini, yakni SMGR, INTP, RATU, PYFA, dan PTRO.