Bagikan:

JAKARTA - Pengusaha konveksi mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) berkualitas di tengah permintaan produk dalam negeri yang sudah mulai meningkat.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman meminta pemerintah untuk turut membantu meningkatkan kapasitas dari SDM tersebut.

"Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk menyediakan program pelatihan dan pembinaan bagi SDM penjahit, sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas," ujar Nandi dalam keterangan resmi yang diterima VOI, Selasa, 9 Desember.

Nandi bilang, permintaan produk dalam negeri sudah mulai meningkat, terutama setelah pelarangan pakaian impor ilegal. Namun, dia mengakui masih menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan tersebut lantaran kurangnya SDM penjahit berkualitas.

"Kami, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) konveksi memohon perhatian pemerintah untuk membantu meningkatkan kapasitas SDM penjahit di Indonesia," katanya.

Menurut dia, selama ini program pelatihan jahit hanya untuk garmen perusahaan skala besar.

"Jangan hanya program pelatihan jahit untuk garmen perusahaan skala besar, tetapi harus ada program SDM untuk pelaku usaha kecil menengah," terangnya.

Nandi meyakini, dengan adanya program penyediaan SDM berkualitas, produk dalam negeri dapat bangkit kembali menjadi raja di negeri sendiri.

"Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan industri konveksi di Indonesia," imbuhnya.