Bagikan:

JAKARTA - Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) menyebut, permintaan pasar untuk produk pakaian meningkat jelang bulan Ramadan dan Lebaran 2026. Akan tetapi, krisis sumber daya manusia (SDM) penjahit masih jadi tantangan bagi para pelaku usaha.

Ketua Umum IPKB Nandi Herdiaman menyampaikan, pengusaha konveksi terutama di skala industri kecil dan menengah (IKM) kesulitan mencari penjahit dengan keterampilan memadai untuk memenuhi standar kualitas tinggi.

"Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang menjahit, kurangnya pelatihan dan pendidikan memadai serta kurangnya insentif menarik bagi penjahit," ujar Nandi ditulis, Sabtu, 31 Januari.

Karena itu, IPKB meminta pemerintah untuk menyokong kebutuhan para pengusaha konveksi terutama dalam permodalan dan peningkatan SDM penjahit.

Pasalnya, kata Nandi, pihaknya memerlukan akses lebih mudah ke sumber permodalan yang dapat membantu untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar.

"Selain itu, kami juga memerlukan pelatihan dan pendidikan memadai bagi penjahit, sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengalaman mereka," katanya.

Lebih lanjut, Nandi kembali menegaskan pemerintah untuk memberikan perlindungan pasar domestik dari barang-barang impor ilegal yang merugikan para pengusaha lokal.

Menurut dia, barang-barang impor ilegal tersebut tidak hanya merusak pasar domestik, tetapi juga merugikan pelaku IKM konveksi.

"Kami meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap barang-barang impor ilegal, sehingga kami dapat bersaing secara adil dengan produk-produk impor," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan pemerintah untuk memberikan insentif menarik bagi penjahit, seperti subsidi upah, asuransi kesehatan dan program pensiun.

Pemerintah, lanjut dia, juga dapat membantu meningkatkan promosi produk-produk IKM konveksi di dalam dan luar negeri.

"Dengan adanya permintaan pasar baik, kami dapat meningkatkan pengupahan terhadap karyawan dan kesejahteraan mereka. Namun, kami memerlukan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan daya saing kami dan mengatasi tantangan yang kami hadapi," pungkas dia.