JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas menungkapkan, ada 39 perusahaan yang berminat untuk menjalin kemitraan bersama PT Pertamina (Persero) dalam mengelola lapangan tua.
Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas, Nanang Abdul Mamaf mengatakan, 39 perusahaan tersebut tertarik untuk mereaktivasi sumur-sumur minyak yang sudah lama tidak berproduksi.
"Ada 39 perusahaan yang berminat menjadi mitra Pertamina untuk program reaktivasi sumur migas idle, dan 19 perusahaan sudah menandatangani MoU," ujar Nanang, dikutip Rabu, 26 November.
Ia menjelaskan, sejatinya penanganan sumur-sumur idle merupakan tugas Kelompok Kerja 2 dalam naungan Satgas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas. Dijelaskannya, pokja tersebut salah satunya bertugas mereaktivasi sebanyak 2.500 sumur idle di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan, pokja tersebut juga bertanggung jawab menangani lapangan-lapangan yang rencana pengembangannya atau Plan of Development (POD) mangkrak, hingga discovery yang sampai saat ini belum dikembangkan.
Di samping pokja 2, terdapat juga pokja 3 yang bertugas mengawasi kemajuan reaktivasi sumur-sumur migas idle, termasuk 2.500 sumur yang ditangani oleh kelompok kerja 2.
"Pokja 2 termasuk memimpin penyusunan kebijakan baru, Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama dalam pengelolaan blok untuk meningkatkan produksi migas. Kebijakan ini mengatur operasional dan teknologi di lapangan migas idle, hingga sumur masyarakat," jelas Nanang.
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan jika Indonesia memiliki 4.500 sumur nganggur yang tidak dikelola atau idle well.
Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM, Ariana Soemanto mengatakan, dari 4.500 sumur tersebut, sebanyak 4.200 sumur merupakan milik Pertamina. Dengan banyaknya sumur ini, kata dia, nantinya akan diaktifkan kembali oleh KKKS.
BACA JUGA:
"Dari 4.500 sumur, mayoritas merupak milik Pertamina. Ada 1.700 sumur yang akan dieksekusi oleh Pertamina dan 2.500 oleh Pertamina dengan kontrak kerja sama," ujar Ariana dalam IPA Convex 2025.
Ia menambahkan, dalam peta jalan milik Kementerian ESDM, terdapat 500 sumur minyak yang akan dilelang oleh Pertamina dalam kurun waktu tahun 2025 hingga 2026, kemudian pada tahun 2027 dan 2028 akan ditenderkan sebanyak 2.000 sumur.
Adapun idle well yang berpotensi untuk dikerjasamakan mayoritas terletak di wilayah Sumatera. Sementara itu 500 sumur yang akan ditenderkan sebagian besar berada di wilayah darat atau onshore, dan hanya 60 sumur yang trletak di lepas pantai atau offshore.