Bagikan:

JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier menyampaikan kondisi terkini industri tekstil dan pakaian jadi.

Seperti diketahui, industri tekstil terus mendapat sorotan oleh berbagai pihak lantaran banyaknya penutupan pabrik hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada hari ini, Taufiek bilang, industri tekstil memang tumbuh tipis sebesar 0,93 persen hingga kuartal III-2025.

"Industri tekstil dan pakaian jadi walaupun tumbuh tipis, tapi ini sudah melalui proses," ujar Taufiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 November.

Taufiek menjelaskan, industri tekstil dan pakaian jadi kini sedang melalui proses yang disebut remedy, recovery hingga stabilisasi.

"Setelah stabilisasi, kami akan push pada growth untuk di industri tekstil sendiri dan sekarang sudah masuk tahap ke akhir recovery," kata dia.

"Sehingga, kami lihat dari pertumbuhannya itu 0,93 persen, tapi kalau kami lihat dari q to q tumbuh 1,98 dan c to c kami tumbuh 3,28 (persen)," sambungnya.

Dengan adanya perbaikan pertumbuhan di sektor tersebut, Taufiek meyakini kinerja industri tekstil dan pakaian jadi bisa lebih baik ke depannya.

"Artinya, di sini ada tren perbaikan yang nanti kami harapkan dengan dukungan Komisi VII bisa tumbuh lebih baik lagi. Dan juga Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan mensupport ini. Sehingga, pasar itu bisa dikuasai oleh industri-industri dalam negeri, itu harapan kami ke depan," imbuhnya.