JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengapresiasi Induk Koperasi Unit Desa (InKUD) yang menjalin kerja sama dengan perusahaan sektor minyak dan gas (migas) luar negeri, yakni PT Ellips Group (Uzbekistan) dan Center Wobang Hongkong Engineering Co. Ltd.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak bersejarah, karena merupakan terobosan pertama koperasi Indonesia bermitra dengan perusahaan migas internasional. Adapun nilai investasinya mencapai 30 juta dolar AS atau sekitar Rp501,4 miliar (asumsi kurs Rp16.714).
Penandatanganan MoU itu disaksikan oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kemenkop Henra Saragih yang dalam hal ini mewakili Menteri Koperasi dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD Indonesia XLV Tahun Buku 2024 di Jakarta, pada hari ini.
"Kerja sama ini semakin membuktikan koperasi bisa mengelola dan melakukan usaha di semua sektor, termasuk eksplorasi pertambangan migas. Terlebih lagi, sudah didukung UU Minerba baru dan PP 39/2025," ucap Henra dalam keterangan resminya, Rabu, 5 November.
Menurut Henra, langkah InKUD tersebut menunjukkan koperasi Indonesia kini tidak lagi terbatas pada sektor konvensional. Koperasi bisa naik kelas dan menjadi pemain penting dalam sektor strategis seperti energi.
Dia menambahkan, kerja sama itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas peran koperasi dalam industrialisasi nasional dan kemandirian energi.
"Kami di Kemenkop mendukung penuh langkah progresif ini. InKUD telah membuktikan koperasi mampu bermitra dengan perusahaan global dan berperan dalam pembangunan energi nasional," katanya.
Apalagi, kata dia, saat ini badan usaha koperasi sudah bisa mengelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba), termasuk tambang rakyat.
Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 sudah dirilis pemerintah, yaitu tentang perubahan kedua atas PP Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba.
BACA JUGA:
Sementara itu, Ketua Umum InKUD Portasius Nggedi menjelaskan, dalam tahap awal, pihaknya bersama para mitra akan mengikuti tender eksplorasi migas di wilayah Jambi pada 2026 mendatang, dengan fokus pada eksplorasi berkelanjutan berbasis masyarakat.
"InKUD juga akan berperan aktif dalam penyediaan tenaga kerja lokal, yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah," terangnya.
Portasius menekankan, kolaborasi tersebut bukan sekadar proyek bisnis, melainkan bagian dari visi besar pemberdayaan ekonomi rakyat.
"Kami ingin menunjukkan koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi modern. Melalui kerja sama ini, akan ada alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM dan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput," jelasnya.