JAKARTA - Ilmuwan China mengembangkan prototipe komputer kuantum tercepat di dunia bernama Jiuzhang 4.0. Mengutip laporan China Daily, Jumat, 15 Mei, mesin ini mampu menyelesaikan persoalan matematika rumit hanya dalam 25 mikrodetik.
Mikrodetik adalah sepersejuta detik. Untuk soal yang sama, superkomputer El Capitan buatan Amerika Serikat disebut membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun, menurut laporan tersebut.
Temuan tim ilmuwan China itu dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu. Hasil ini menunjukkan kemajuan besar China dalam persaingan teknologi komputasi kuantum.
Komputer kuantum berbeda dari komputer biasa. Komputer biasa memakai bit, yaitu 0 atau 1. Komputer kuantum memakai qubit atau bit kuantum, yang bisa berada pada kondisi 0 dan 1 secara bersamaan.
Kemampuan itu membuat komputer kuantum dapat menghitung banyak kemungkinan sekaligus. Karena itu, mesin ini sangat cepat untuk tugas tertentu, seperti memecahkan persoalan matematika rumit dan menyimulasikan sistem kuantum.
BACA JUGA:
Jiuzhang 4.0 memakai teknologi fotonik. Artinya, informasi diolah memakai foton, yaitu partikel cahaya. Kecepatannya bergantung pada kemampuan mengatur dan mengendalikan foton.
Masalahnya, foton mudah hilang ketika jaringan optik makin besar dan rumit. Jika itu terjadi, kemampuan hitung bisa menurun dan risiko kesalahan meningkat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim dari University of Science and Technology of China mengembangkan sumber cahaya baru dan sistem interferometer hibrida ruang-waktu. Sistem ini membantu foton berinteraksi dalam dimensi ruang dan waktu tanpa membuat perangkat menjadi terlalu besar.
Tim tersebut mengintegrasikan 1.024 medan optik ke dalam sirkuit dengan 8.176 mode. Efisiensi sumber cahayanya mencapai 92 persen, sementara efisiensi keseluruhan sistem mencapai 51 persen.
Hasilnya, Jiuzhang 4.0 mampu memanipulasi dan mendeteksi hingga 3.050 foton. Ini lompatan besar dari Jiuzhang 3.0 pada 2023 yang mencapai 255 foton.
China mulai mencatat capaian penting dalam komputasi kuantum sejak 2020. Saat itu, ilmuwan dari University of Science and Technology of China mengembangkan prototipe Jiuzhang dengan 76 foton.
Capaian itu membuat China menjadi negara kedua di dunia yang mencapai keunggulan komputasi kuantum, dan yang pertama mencapainya lewat sistem optik.
Teknologi kuantum kini masuk dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026-2030. Beijing menempatkannya sebagai industri masa depan sekaligus bidang strategis yang harus terus diperkuat, termasuk untuk pengembangan komputer kuantum yang lebih tahan kesalahan dan bisa digunakan dalam skala lebih luas.