JAKARTA - Pemerintah telah memasukkan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) belum lama ini. Akan tetapi, pembangunan ruas bebas hambatan itu belum dimulai.
Terkait hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pun buka suara.
Dia bilang, proyek jalan tol itu masih sepi investor.
Hal itu disampaikan Dody dalam Media Briefing di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 31 Oktober.
"Yang saya tahu Gilimanuk–Mengwi itu enggak banyak investor yang tertarik, karena ramai traffic bukan di situ. Jadi, masih banyak diskusi," ujar Dody.
Namun demikian, Dody bilang, saat ini pembangunan jalan itu masih dalam penyelidikan dan analisis proyek atau due diligence.
"Cuman semua memang masih proses due diligence. Jadi, katakanlah di Bali Gilimanuk–Mengwi, apakah memang ruas Gilimanuk–Mengwi atau mau pakai ruas lain. Itu benar-benar mesti diskusi dengan calon investornya dan pemda setempat," kata dia.
Di samping itu, lanjut dia, pihaknya pun sudah menawarkan proyek jalan tol itu ke sejumlah investor. "Saya bilang ini masih proses. Tapi, ini kemarin sudah kami lempar ke beberapa investor jalan tol," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian PU akan melelang sembilan proyek infrastruktur yang bakal direalisasikan menggunakan skema investasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan total nilai Rp90 triliun.
Menteri Dody menyampaikan, sembilan proyek tersebut juga telah ditawarkan dalam rangkaian agenda International Conference of Infrastructure (ICI) yang telah diselenggarakan pada 11-12 Juni 2025.
"Kami memiliki total 55 proyek dengan skema KPBU yang siap ditawarkan. Dan pada forum ICI ini, sembilan proyek KPBU senilai Rp90 triliun akan dibuka untuk investasi. Mari kita bangun infrastruktur lebih cerdas, hijau dan inklusif bersama-sama," ujar Dody seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Juni.
Adapun kesembilan proyek yang bakal ditawarkan itu 5 di antaranya merupakan bendungan potensial. Seperti, Bendungan Way Sekampung di Lampung yang juga dapat dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik tenaga air (hydropower) hingga pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating photovoltaic) sebesar 5,4 mega watt (MW).
Kemudian, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan (2,7 MW), Bendungan Cipanas (3 MW) dan Bendungan Leuwikeris (7,4 MW) di Jawa Barat serta Bendungan Karalloe di Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, terdapat tiga proyek jalan tol, yakni Tol Gilimanuk–Mengwi di Provinsi Bali sepanjang 96,84 kilometer, Jalan Tol Pejagan–Cilacap di Jawa Tengah sepanjang 95,39 kilometer dan Jalan Tol Sentul–Karawang di Jawa Barat sepanjang 60,36 kilometer.
Terakhir, yakni potensi kerja sama KPBU untuk proyek Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar di Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
Terbaru, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi masuk daftar PSN di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Proyek Strategis Nasional, yang diteken Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025.