JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan rugi bersih sebesar 175 juta dolar AS di kuartal III-2025. Adapun penyebab kerugian ini adalah karena penghentian sementara operasional smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sejak Juli 2025.
Presiden Direktur Amman, Arief Sidarto menjelaskan, fasilitas smelter mengalami penghentian operasi sementara sejak Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan pada Flash Coverting Furnace (FCU) dan pabrik asam sulfat.
"Selama proses perbaikan berlangsung, kami tetap mengupayakan operasi parsial secara hati-hati untuk meningkatkan produksi tanpa mengorbankan keselamatan," ujar Arief dalam keterangan kepada media, Jumat, 31 Oktober.
Arief memperkirakan perbaikan smelter ini baru akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2026 mengingat skala dan kerumitan pekerjaan tersebut.
Dari sisi penjualan, Amman mencatat penjualan bersih sebesar 545 juta dolar AS yang didukung dimulainya penjualan emas pada Juli. Sementara itu EBITDA meningkat menjadi 279 juta dolar AS dengan margin 51 persen.
Sementara itu volume material yang ditambang phingga kuartal III tercatat 6 persen lebih rendah dari tahun ke tahun. Menurut Arief, penurunan ini merupakan hal yang wajar mengingat volume material yang ditambang pada tahun 2024 mencapai tingkat tertinggi yang pernah diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pencapaian terbesar sepanjang umur tambang batu hijau.
Sementara itu, selama kuartal III 2025, aktivitas penambangan difokuskan pada pengupasan batuan penutup (waste removal) dan penambangan bijih berkadar rendah hingga menengah di Fase 8. Akibatnya, volume bijih segar yang ditambang menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun volume ini meningkat signifikan dari kuartal ke kuartal, dari 5 juta ton di kuartal II menjadi 14 juta ton di kuartal III.
Produksi konsentrat perusahaan tercatat 310.143 metrik ton kering, turun 51 persen (yoy). Produksi tembaga dan emas masing-masing mencapai 145 juta pon dan 75.621 ons, turun 57 persen dan 89 persen (yoy).
BACA JUGA:
Produksi katoda tembaga dimulai pada akhir Maret 2025 dengan total 41.052 ton atau setara 91 juta pon hingga September 2025. Produksi emas murni dari PMR dimulai pada pertengahan Juli 2025 dengan hasil 44.792 ons selama kuartal III 2025.
Mulai 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak lagi dalam bentuk konsentrat seperti tahun 2024.
"Transisi ini menyebabkan penurunan penjualan bersih menjadi sebesar 545 juta dolar AS dari sekitar dolar AS 2,495 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan katoda tembaga menyumbang 389 juta dolar AS, penjualan emas murni 155 juta dolar AS, dan sisanya 1 juta dolar AS berasal dari penyesuaian harga dan volume penjualan 2024.